Beirut, Beritasatu.com – Israel melancarkan serangan dan membunuh seorang pejabat pertahanan sipil di Lebanon. Akibat serangan Israel, tiga dokter tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan mobil pemadam kebakaran di Lebanon selatan.

Read More : Pesawat Air India Jatuh, Pria Inggris Ini Satu-satunya yang Selamat

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati merespons isu ini dengan cepat. Pada Sabtu (7/9/2024), ia menelepon duta besar negara-negara Barat dan perwakilan organisasi internasional di Lebanon, dan bertemu dengannya untuk membahas serangan Israel.

Mikati mengatakan dia mengutuk agresi Israel yang menargetkan pembela sipil ketika mereka sedang melakukan operasi pemadaman kebakaran yang disebabkan oleh serangan udara musuh di Feroun. Lebanon Selatan.

Dia mengatakan serangan terbaru terhadap Lebanon jelas merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan norma-norma kemanusiaan.

Dia mengatakan, berdasarkan prinsip bahwa musuhnya, Israel, tidak menghormati hukum dan standar internasional, saya mengadakan pertemuan mendesak dengan diplomat Barat dan perwakilan organisasi internasional di Gedung Negara pada 9/9/2024. Dilansir Antara dari Anadolu.

Pertemuan tersebut diadakan untuk menyerukan kepada semua pihak agar menghentikan serangan Lebanon terhadap Israel dan memberikan tekanan kepada Israel yang terus mengabaikan hukum dan terus melakukan kejahatan terhadap rakyat Lebanon.

Read More : Pesawat Kenegaraan Rusak di PNG, PM Selandia Baru Terpaksa Naik Penerbangan Komersial

Situasi meningkat di perbatasan antara Lebanon dan Israel di tengah serangan lintas batas antara kelompok anti-Lebanon, kelompok Hizbullah, dan tentara Israel.

Di sisi lain, Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 40.900 orang sejak 7 Oktober 2023.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *