Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia mencatatkan penanaman modal asing atau PMA (foreign direct investment atau FDI) sebesar Rp 204,4 juta pada triwulan 2024,4 juta.

Read More : Hari Ke-6 Perang Udara Iran-Israel, Korban Sipil Terus Bertambah

Menurut Menteri Investasi/Ketua Komite Pengelolaan Investasi (IMC), PMA menyumbang sekitar 50,9% dari total investasi Indonesia pada periode tersebut. Nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) saat ini sebesar Rp 197,1 juta sehingga total penanaman modal dalam dan luar negeri yang dihimpun pada kuartal I sebesar Rp 401,5 juta.

Pada triwulan I tahun 2024, harga PMA meningkat sebesar 15,5% dibandingkan tahun sebelumnya, dibandingkan 10,9% pada triwulan tersebut.

“Hal ini menunjukkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bayangkan di tengah ketidakpastian perekonomian dunia, PMA masih bisa kita pertahankan,” kata Bahlil kepada wartawan, Senin (29/4/2024).

Kementerian Investasi mencatat 55% PMA Q1 2024 atau Rp 112,5 triliun berasal dari sektor manufaktur. Investor asing menginvestasikan Rp 64,7 triliun pada aset dan jasa, yang merupakan 31,7% dari FDI. Sektor pertama, meliputi pertambangan dan pertanian, mencatatkan FDI sebesar Rp 27,2 juta pada tiga bulan pertama tahun 2024.

Singapura memiliki investasi asing langsung tertinggi di Indonesia pada kuartal pertama, dengan US$4,2 miliar, diikuti oleh Hong Kong (US$1,89 miliar) dan Tiongkok (US$1,87 miliar). Amerika Serikat merupakan investor asing terbesar keempat di Indonesia, dengan nilai sebesar US$1,1 miliar. Di peringkat kelima ada Jepang (US$ 1 miliar).

“Kalau investasi di Singapura, itu bagian dari investasi Indonesia. Padahal, kalau investor Indonesia tidak menjadikan Singapura sebagai ‘home location’, saya kira PMDN kita akan lebih berharga dari PMA kita,” kata Bahilil.

Read More : AAUI Sebut Klaim Asuransi Wajib Kendaraan Bermotor Tidak Sulit

Jawa Barat menjadi provinsi dengan nilai FDI tertinggi pada Q1 2024, dengan nilai investasi sebesar US$2,7 miliar, disusul Sulawesi Tengah (US$1,7 miliar).

Presiden Jokowi menargetkan investasi sebesar 1,650 juta pada tahun 2024. Dengan demikian, investasi pada kuartal I 2024 mencapai 24,3% dari target Jokowi. Penerapan investasi ini juga menciptakan tenaga kerja sebanyak 547.419 orang.

“Dengan demikian, kita telah mencapai 24,3% dari target Rp1.650 triliun. Hal ini tidak lepas dari dukungan seluruh sektor masyarakat,” kata Bahlil.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *