Washington, Beritasatu.com – Amerika Serikat (AS) mengakhiri rencana teroris di hari pemilihan presiden. Agen Biro Investigasi Federal (FBI) telah menangkap seorang tersangka asal Afghanistan karena diduga berkolaborasi dengan ISIS dalam merencanakan serangan.

Read More : Kebakaran Pesawat Jeju Air di Bandara Korsel yang Tewaskan 62 Orang karena Roda Pendaratan Tak Berfungsi

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Nasir Ahmad Tawhedi (27 tahun), warga negara Afghanistan yang datang ke AS untuk tinggal mulai tahun 2021 menggunakan visa pengunjung khusus. Ia ditangkap di Oklahoma pada Senin (7/10/2024), karena merencanakan serangan teroris pada hari pemilu awal bulan depan.

FBI menangkap Nasir Ahmad Tawhedi setelah dia dan seorang pemuda bertemu dengan agen yang menyamar untuk menjual dua senapan AK-47 dan senjata lainnya. FBI menuduh Tawhedi memiliki hubungan dengan Organisasi Negara Islam (ISIS) dan berencana mendukung kelompok tersebut dalam serangan di Amerika Serikat.

Surat dakwaan mengatakan Tawhedi mulai mencari di internet pada pertengahan tahun ini untuk mencari petunjuk tentang peretasan sistem kamera Washington, dan mengatakan tidak ada undang-undang yang mengizinkan penjualan senjata.

Tawhedi mulai berkomunikasi dengan akun yang berafiliasi dengan ISIS di jejaring sosial Telegram pada bulan Agustus. Agen FBI mengumpulkan pesan yang menunjukkan Tawhedi dan pemilik akun sedang mendiskusikan cara menggunakan senjata api. 

Tawhedi meminta anggota ISIS tersebut mencari tempat untuk memimpin keluarganya di masa depan.

Menanggapi pertanyaan FBI, Tawhedi mengaku berencana menjual asetnya di AS, lalu membawa istri dan anak-anaknya kembali ke Afghanistan. Tersangka mengaku merencanakan penyerangan yang menyasar orang. 

Read More : Alasan Gofar Hilman Belum Menikah meski Sudah 41 Tahun

Tawhedi dan teman-temannya diperkirakan akan mati.

Jaksa Agung AS Merrick Garland menegaskan bahwa pemerintah bertekad melawan ancaman ISIS dan pendukung kelompok ini, serta menjamin keamanan nasional.

“Kami akan mengidentifikasi, menyelidiki, dan mengadili siapa pun yang berupaya mengancam rakyat Amerika,” kata Garland.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *