JAKARTA, Beritasatu.com – Pendapatan produsen mobil asal China, BYD, untuk pertama kalinya mengalahkan Tesla. Merujuk Poltan, BYD berhasil meraup 28,2 miliar dollar AS atau Rp 4,397 triliun pada Kamis (7/11/2024).
Read More : Petani Sukabumi Tewas Tertembak Peluru Nyasar Saat Tidur di Gubuk
Kecuali untuk penjualan besar di dalam negeri. Keuntungan besar tersebut juga diraih BYD berkat kuatnya penjualan mobil di pasar luar negeri dengan penjualan 94.477 unit.
โProdusen mobil Tiongkok akan tumbuh 24% YoY pada tahun 2023, melampaui Tesla yang membukukan pendapatan kuartalan sebesar $25,2 miliar,โ jelas Poltan.
Dalam hal laba bersih, BYD mencatat peningkatan menjadi 11,6 miliar yuan ($1,63 miliar) pada kuartal ketiga tahun 2024, dan dalam sembilan bulan pertama tahun ini, laba bersih BYD meningkat sebesar 18,1% dan 25, hingga 2 miliar yuan. . Pembuat mobil listrik Cina BYD – (Ap Photo/Ng Han Guan)
Inisiatif baru di Tiongkok untuk memberikan subsidi hingga 20.000 yuan ($2.800) kepada pembeli yang menukar mobil lama mereka dengan kendaraan energi baru (NEV) diharapkan akan menguntungkan produsen mobil di negara tersebut. Hingga akhir Oktober, 1,57 juta pendaftar telah mendaftar untuk program ini.
Read More : Hadiri Pelantikan Prabowo, PM Wong Tegaskan Pentingnya Hubungan Indonesia-Singapura
Sementara itu, Reuters juga mencatat dalam laporannya bahwa BYD mencapai rekor penjualan bulanan pada bulan September dan rekor penjualan kuartalan baru pada kuartal ketiga tahun 2024. Jumlah ini lebih sedikit dari yang dilaporkan Tesla sebanyak 462.890 unit. Produsen mobil listrik asal China, BYD. – (Beritasatu.com/-)
Dalam hal penjualan luar negeri, BYD menjual 94,477 kendaraan di luar negeri pada kuartal ketiga, meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 32,6%. Dengan adanya tarif tambahan pada kendaraan listrik buatan Tiongkok, masih harus dilihat apakah BYD akan mampu mempertahankan momentum ini hingga akhir tahun 2024.