JAKARTA, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia dan Jerman (International Climate Initiative (IKI)) memperkuat kerja sama dan komitmen dalam memerangi perubahan iklim melalui 48 proyek kerja sama dengan Indonesia yang disepakati sebelum COP16 di Kolombia dan COP29 tentang perubahan iklim di Azerbaijan .
Read More : Pengamanan Natal 2024, Brimob DIY Sisir 20 Gereja di Sleman
Program serupa sedang dikembangkan untuk pemerintahan Prabowo Subianto, kata Vivi Ulaswati, Deputi Bidang Kelautan dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPNAS).
“Program IKI tidak hanya sejalan dengan program pemerintah Indonesia saat ini, namun juga dengan program lima tahun pemerintah Indonesia ke depan yang menekankan pada pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. guncangan besar di masa depan dan perubahan iklim,” kata Vivi dalam keterangannya, Minggu (22/09/2024).
Sementara itu, Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia Thomas Graf menyoroti peluncuran IBSAP (Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia), aksi iklim dan penyelesaian kemitraan lain yang disepakati secara nasional sebagai pentingnya Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim dan keanekaragaman hayati.
“Memerangi dampak perubahan iklim memerlukan upaya yang disengaja untuk menangkap dan memulihkan keanekaragaman hayati, sementara transisi energi harus selaras dengan tujuan wacana untuk mencapai pembangunan berkelanjutan,” kata Graf.
Graf mengatakan kedua negara harus terus menjalin kerja sama untuk memastikan pembangunan yang harmonis, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas lingkungan.
Kerja sama yang sedang berjalan mencakup berbagai bidang, dimulai dengan transisi energi yang adil dan kemitraan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dan mempertahankan keanekaragaman hayati. Kerja sama antara kedua negara telah mengarah pada energi terbarukan, juga telah meningkatkan migrasi, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan menerapkan kebijakan berkelanjutan. praktik penggunaan lahan. Hal ini juga meningkatkan kapasitas adaptasi alami dan buatan terhadap perubahan iklim,” kata Graf
Read More : Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Segera Cairkan Anggaran Pilkada 2024 ke KPUD
Sementara itu, Philipp Behrens, Kepala Departemen IKI Kementerian Ekonomi dan Aksi Iklim Federal Jerman (BMWK), mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara paling aktif dalam mengatasi perubahan iklim.
“Kerja sama dengan pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang paling aktif, khususnya di bidang perjanjian iklim,” kata Behrens.
“Saya sangat terkesan dengan Indonesia yang telah mengembangkan target kontribusi nasional terbaru sejalan dengan Perjanjian Paris,” tambahnya.