Kutai Timur, Beritasatu.com – Viral di media sosial, seekor buaya terlihat berkeliaran di jalan umum, menggemparkan warga Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kejadian tersebut membuat banyak warga ketakutan saat buaya tersebut memasuki bengkel sepeda motor yang penuh pelanggan.

Read More : Bareskrim Belum Ambil Alih Kasus Vina, Hanya Asistensi Polda Jabar

Dalam video amatir yang viral, seekor buaya terlihat berkeliaran di Jalan Diponegoro, Kecamatan Sangata Utara, Kabupaten Kutay Timur pada Kamis (18/7/2024) sekitar pukul 10.00 WITA. Hal ini terjadi setelah hujan deras dan angin kencang melanda kawasan tersebut yang diduga menyebabkan buaya tersebut terjatuh di jalan umum.

Tak berhenti sampai disitu, buaya tersebut terlihat memasuki bengkel sepeda motor yang ramai pelanggan. Insiden buaya tersebut membuat takut warga dan pengunjung konferensi sehingga lari dari buaya tersebut.

Dalam video yang beredar, terlihat beberapa warga berusaha mengusir buaya tersebut dengan tongkat, namun buaya tersebut masih berada di dalam gedung. Untuk menghindari adanya korban jiwa, beberapa warga akhirnya bergotong royong menangkap dan mengikat buaya tersebut sebelum diserahkan ke kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Dhamkar).

Susanto, salah satu petugas penyelamat dari Dinas Dhamkar Kutai Timur menjelaskan, pengelolaan buaya liar dikelola dengan baik oleh warga desa.

โ€œWarga desa berhasil menangkap buaya tersebut, dan prosesnya sangat baik. Buaya itu ditutup, kaki dan mulutnya diikat, lalu dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke pemadam kebakaran, kata Susanto kepada Beritasatu.com di Kantor Pos Dhamkar Kutai Timur, Jumat (19/7/2024) sore .

Read More : Gunung Ibu Kembali Erupsi pada Senin 9 September 2024

Sedangkan seekor buaya dengan berat sekitar 100 kg dipelihara di Kantor Pos Dhamkar, Distrik Sanghata Utara. Buaya itu tetap diikat mulut dan keempat kakinya untuk mencegah perlawanan.

Rencananya, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas BKSDA Kaltim, buaya tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya di Sungai Sangata.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *