Yerusalem, Beritasatu.com- Maskapai penerbangan AS telah menangguhkan penerbangan dari dan ke Israel hingga April 2025. Langkah tersebut menyusul ketegangan regional atas serangan brutal Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, yang menewaskan hampir 40.100 orang dan melukai 92.600 lainnya.
Read More : Gempar! Reaksi Rusia Hingga Iran Kala Trump Mendadak Mau Uji Coba Senjata Nuklir!
Berdasarkan pemberitaan media Israel KAN melalui Antara, Senin (19 Agustus 2204), pihak maskapai tidak memberikan alasan spesifik atas penerapan penangguhan penerbangan jangka panjang tersebut.
Diketahui, beberapa maskapai internasional seperti United Airlines dan Delta Airlines telah menghentikan penerbangan ke Israel. Menurut KAN, “Sejak 7 Agustus, jumlah maskapai penerbangan yang menangguhkan penerbangan dari dan ke Israel telah mencapai 20.”
Israel telah berada dalam siaga militer yang tinggi terhadap kemungkinan serangan balasan dari Iran sejak pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Hanih pada 31 Juli di ibu kota Iran, Teheran, pada 31 Juli.
Meskipun Iran dan Hamas menuduh Israel membunuh Hanih, Israel tidak menyangkal tanggung jawabnya.
Read More : India Uji Coba Rudal Balistik Berkemampuan Nuklir Agni-4 dengan Jangkauan 4.000 Kilometer
Sementara itu, kelompok Hizbullah Lebanon juga bersumpah akan membalas dendam kepada Israel setelah komandan seniornya, Fouad Shukr, tewas dalam serangan udara di Beirut pada 30 Juli.