Batavia, Beritasatu.com – Duta Besar Republik Indonesia di Inggris, Desra Belive, memberikan update mengenai kekerasan yang terjadi di berbagai kota di Inggris. Gelombang kekerasan ini dipicu oleh xenofobia dan penyebaran informasi palsu mengenai insiden penikaman yang terjadi di Southport pada 29 Juli 2024.

Read More : GP Ansor Kebumen Luncurkan 16 Posko Mudik Selama Lebaran 2025

Desra Crede memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kerusuhan belakangan ini.

Kami menindaklanjuti melalui berbagai saluran seperti media sosial, hotline, simpul komunitas dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). Alhamdulillah belum ada warga atau penduduk Indonesia yang terluka. “Kami akan terus memantau situasi ini dan menghubungi pihak keamanan di Inggris untuk menjamin keselamatan dan keamanan WNI di sana,” kata Desra dalam acara “Beritasatu Pagi” yang ditayangkan BTV pada Rabu (7/8/2024).

Menurut Desra, prioritas utama adalah menjamin keamanan dan kenyamanan WNI.

“Keselamatan mereka sangat penting. Kami melindungi mereka dengan segala upaya. Selain itu, kami berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat untuk memberikan perlindungan yang diperlukan,” katanya.

Bapak Desra menekankan pentingnya mengikuti instruksi dari aparat keamanan setempat dan menghindari tempat-tempat yang dapat menimbulkan kekerasan.

Read More : Banjir Bekasi Makin Parah, Genangan Masuk ke Rumah Sakit Pinna Tambun

“Informasi mengenai rencana pencegahan tersebut telah kami sosialisasikan melalui berbagai media. Selain itu, kami mengimbau WNI untuk menghubungi hotline KBRI dan bekerja sama dengan komunitas Indonesia di Inggris,” kata Desra.

Tugas kami adalah memverifikasi keakuratan informasi yang disebarkan dan segera menyampaikannya kepada masyarakat Indonesia di wilayah terdampak. Kami siap merespons dan memberikan bantuan jika diperlukan, ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *