Kuala Lumpur, Beritasatu.com – Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar memerintahkan polisi segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus kejahatan dan penganiayaan di beberapa tempat penampungan yang dioperasikan oleh Global Ikhwan Services and Business Holdings (GISB).

Read More : Kapolri Tawarkan Band Sukatani Jadi Duta Polri setelah Viral Lagu Bayar, Bayar, Bayar

Pekan lalu, polisi Malaysia menggerebek tempat penampungan di Selangor dan Negeri Sembilan yang terkait dengan GISB. Mereka menyelamatkan 402 anak yang diduga mengalami pelecehan, beberapa di antaranya telah mengalami pelecehan seksual.

Sultan Ibrahim pada Selasa (17/09/2024) mengatakan, hal-hal yang berkaitan dengan akidah Islam harus dijaga dan tidak dianggap enteng.

Oleh karena itu, saya berpesan kepada semua pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan atau pendapat yang ekstrim mengenai masalah agama karena masalah tersebut sangat sensitif dan perlu ditangani dengan hati-hati, kata Sultan Ibrahim dalam postingan Facebooknya.

“Saya ingin dilakukan penyelidikan menyeluruh dan segera diambil tindakan,” tegasnya.

Kepala Kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Razarudin Husain mengumumkan bahwa anak-anak yang diselamatkan dari tempat penampungan tersebut berusia antara satu hingga 17 tahun, 201 laki-laki dan 201 perempuan.

Polisi Malaysia melakukan operasi dengan nama sandi Op Global di 18 rumah persembunyian di Selangor dan Negeri Sembilan. Setelah operasi tersebut, 171 orang, berusia antara 17 dan 64 tahun, ditangkap, termasuk pengasuh, guru agama dan lainnya.

Kantor berita Bernama melaporkan, Razarudin mengatakan penyidikan terkait operasi tersebut akan diserahkan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, sebanyak 96 rekening bank terkait GISB senilai lebih dari RM580.000 (sekitar R2 miliar) telah dibekukan oleh pihak berwenang. Selain itu, aparat juga memerintahkan penyitaan delapan kendaraan.

Read More : Peduli Masa Depan Bumi, Taiwan Luncurkan Go Green With Taiwan 2024

Didirikan pada tahun 2010, GISB memiliki aset sekitar RM325 juta secara global

Polisi Malaysia mengatakan mereka akan memanggil CEO GISB Nasiruddin Mohd Ali.

Nasiruddin pekan lalu mengakui dalam video yang diunggah di laman Facebook miliknya, ada satu dua kasus sodomi yang terjadi di tempat penampungan tersebut. Namun, pihaknya membantah tuduhan pelanggaran lainnya.

“Memang benar ada satu atau dua kasus sodomi, tapi kenapa harus digabung?” katanya.

“Saya tidak ingin menyalahkan tim. Memang benar kami melakukan kesalahan di mata tim, tapi tidak bisakah kami memberikan saran atau diskusi terlebih dahulu?” dia bertanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *