Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan upaya mengatasi perubahan iklim dengan menyelesaikan dokumen iklim kedua (kontribusi nasional kedua/NDC), yang melengkapi penambahan sektor dan subsektor baru.
Read More : Waspada HMPV, Pengawasan di Bandara Soetta Diperketat
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya kembali menegaskan bahwa visi net zero emisi pada tahun 2060 atau lebih cepat memang memerlukan kerja sama dari berbagai sektor dan semua pihak yang terkait.
Indonesia akan memperkuat komitmen aksi iklim dengan prinsip โno regresiโ, atau tidak kembali ke kondisi sebelumnya, untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.
โDokumen NDC kedua akan mencakup skenario yang diselaraskan untuk membatasi kenaikan suhu global tidak lebih dari 1,5 derajat Celcius, dengan tujuan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat jika memungkinkan.โ Antara. , Rabu (21 Agustus 2024).
Selain itu, ia mengatakan NDC kedua akan mencakup sektor dan subsektor baru, seperti kelautan dan hulu minyak dan gas, serta akan merinci aspek transisi dan faktor adaptasi respons yang adil.
Read More : Pembangunan Ibu Kota Nusantara (ikn) Berjalan Sesuai Rencana
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (MHA) atas inisiatif mengidentifikasi potensi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui upaya konservasi lamun.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menjelaskan bahwa dalam penyusunan dokumen NDC kedua yang diharapkan selesai sebelum COP29 di Azerbaijan pada November 2024, telah dilakukan kerja sama dan konsultasi dengan banyak pemangku kepentingan.