Taipei, Beritasatu.com – Sebuah jet tempur Mirage Taiwan jatuh ke laut di bagian barat laut pulau itu saat melakukan penerbangan latihan di malam hari.
Read More : Sertijab Wamendag, Jerry Sambuaga Yakin Dyah Roro Esti Akan Lebih Baik dari Dirinya
Pihak berwenang Taiwan mengatakan pada Selasa (10/9/2024) bahwa jet tempur Mirage 2000 milik pasukan pertahanan pulau itu mengalami kegagalan mesin saat melakukan misi pelatihan. Pesawat tersebut kemudian jatuh di Laut Barat Laut dekat Kota Hsinchu. Pesawat tempur ini milik Skuadron Udara Strategis ke-2.
Pilot sempat melepas kursi darurat saat pesawat jatuh, namun masih hilang. Ko Lap Hung, kepala badan pertahanan Taiwan, memerintahkan operasi pencarian dan penyelamatan dengan menggabungkan udara dan laut.
Mirage 2000 adalah pesawat tempur tunggal yang diproduksi oleh perusahaan Perancis Dassault Aviation, dan telah digunakan oleh Angkatan Udara Perancis sejak tahun 1980an. Pesawat ini tetap menjadi jet tempur utama Prancis selama 20 tahun, secara bertahap digantikan oleh Rafale pada awal tahun 2000-an.
Taiwan memesan 60 unit Mirage 2000 dari Perancis dan mulai menerimanya pada tahun 1997. Setidaknya ada 7 pesawat yang jatuh dalam tahun-tahun tersebut, terutama pada bulan Maret 2022, US-F-16, pesawat tempur utama Angkatan Pertahanan Udara Taiwan.
Read More : Tutup Penyeberangan di Rafah, Israel Tolak Buka Akses Bantuan Kemanusiaan
Angkatan Udara Taiwan memiliki beberapa jet tempur Eropa modern. Namun, pasukan tersebut baru-baru ini terpaksa meningkatkan kegiatan operasional, memberikan bobot pada pemeliharaan dan pelatihan kekuatan.
Taiwan terpaksa menunda pelatihan tempur dengan lebih dari 100 F-16 pada Januari 2022 ketika sebuah F-16V berkekuatan tinggi jatuh ke laut, menewaskan pilotnya.