Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Pusat Penerangan (Kapupen) TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar mengumumkan server Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI untuk sementara dihentikan karena adanya penyelidikan menyusul peretasan MoonzHaxor.

Read More : Dituduh Tak Beri Nafkah pada Yasmine Ow, Kuasa Hukum Aditya Zoni: Itu Bohong

Nugraha yang dihubungi di Jakarta, Rabu (26/6/2024), menyatakan, data yang diretas merupakan data lama yang dirilis tahun ini.

Nugraha mengutip Antara, “Data yang berhasil diretas merupakan data lama yang dirilis pada tahun 2024. Saat ini server dimatikan untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Nugraha mengutip Antara, Kamis (27/6/2024).

Akun @FalconFeeds.io yang sebelumnya memantau aktivitas online termasuk dari situs dark web, mengklaim pada Senin (24/6/2024) bahwa MoonzHaxor berhasil meretas sistem BAIS dan dirinya memiliki akses ke banyak informasi. Milik BAIS TNI.

Para peretas ini memberikan contoh data yang mereka kendalikan di web gelap Breachform, sebuah platform jual beli data di web gelap. Detail diberikan kepada pembeli dengan harga berbeda.

MoonzHaxor telah menawarkan untuk mengungkapkan jumlah informasi pribadi yang diambil dari database BAIS, termasuk dokumen untuk periode 2020-2022.

Read More : Fabio Lefundes Soroti Pemborosan Waktu dalam Laga Semen Padang vs Persita

Sebelumnya, MoonzHaxor mengaku berhasil meretas sistem identifikasi sidik jari Badan Kepolisian Negara Republik Indonesia (INAFIS) pada pekan lalu, yang juga melibatkan penjualan informasi di dark web.

Kepala Badan Keamanan Siber dan Sandi (BSSN), Letjen TNI Purn Hinsa Siburian, dalam jumpa pers, Senin (24/6/2024), menyatakan data tersebut diretas oleh MoonzHaxor adalah data lama dan Kepolisian Nasional. Sistem tidak mengalami pemadaman besar apa pun.

Ia menambahkan, “Bobolnya data INAFIS tidak ada kaitannya dengan serangan siber terhadap Pusat Data Nasional (PDNS) 2.”

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *