Medan, Beritasatu.com – Seorang konselor bersama keluarga Ade Nurul Fadillah, siswi penerbangan Sekolah Penerbangan Sumatera Penerbangan Medan yang meninggal di sekolah tersebut, mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut (Ditreskrimum Polda Sumut ) akan melakukan penyelidikan berdasarkan laporan meninggalnya korban, Rabu (30/10/2024). Pengacara mengaku membawa banyak bukti yang nantinya akan diberikan kepada penyidik.

Read More : Sidak Makanan, Petugas Masih Temukan Produk Kedaluwarsa di Kediri

Pantauan Beritasatu.com, pengacara, kerabat, dan saksi tiba di Gedung Ditreskrimum Ditreskrimum Polda Sumut pada sore hari dan langsung masuk. 

Kedatangan pengacara dan keluarga untuk mendalami dan memberikan keterangan atas laporan meninggalnya Ade Nurul Fadillah, siswi penerbangan yang menempuh pendidikan di layanan penerbangan Sekolah Penerbangan Sumatera Medan. Keluarga menduga Ade Nurul Fadillah meninggal karena kekerasan karena tubuhnya membiru dengan luka di leher, punggung, dan tulang rusuk kiri dan kanan. 

“Kasus kami penyidikan hari ini di Divisi Jatanras, seluruh saksi dari pihak keluarga, orang tua dan beberapa kakak laki-laki akan dihadirkan,” kata pengacara keluarga korban, Thomy Faisal Pane. 

Thomy menjelaskan, selain menghadirkan saksi dari pihak keluarga, ia juga membawa banyak barang bukti, antara lain foto luka di leher korban dan gambar lagu yang dinyanyikan korban dua jam sebelum diumumkan kematiannya di Utara. RS Universitas Sumatera Medan. 

“Yang kami bawa adalah barang bukti, berkas kami masukkan ke dalam flashdisk, video dan gambar yang ada di sana, Video korban bernyanyi dan bersenang-senang dua jam sebelum korban meninggal dan posisinya masih kuat, kami kaget, pokoknya dua jam kemudian dia meninggal mendadak,” ujarnya.

Read More : Lirik Lagu Not Afraid dari Eminem dan Terjemahannya

Selain pihak keluarga korban melakukan penyelidikan, pihak sekolah bersama pengacara juga melakukan penyelidikan di Bareskrim Polda Sumut. 

Awalnya, penyidik ​​Ditreskrimum Polda Sumut berencana mendalami keluarga korban dan pihak sekolah. 

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *