Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia dan Selandia Baru pada Senin (23/9/2024) menolak klaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang menyebut pembebasan pengemudi Phillip Mehrtens karena uang tebusan telah dibayarkan.
Read More : Ini Jadwal Timnas Indonesia U-23 vs Guinea dan Lokasinya
Juru bicara TPNPB mengatakan, biaya tersebut dibayar oleh kepala daerah setempat.
Phillip Mehrtens (38), seorang pilot Selandia Baru dibebaskan pada Sabtu (21/9/2024) oleh sekelompok pemberontak Papua setelah 19 bulan ditahan.
Sebby Sambom, juru bicara kelompok tersebut, mengatakan pemerintah Indonesia memberikan uang kepada Kepala Eksekutif wilayah Papua tempat Mehrtens dibebaskan. Namun tuduhan tebusan tidak berdasar.
“TNI dan Polri memberikan hadiah kepada Edison Gwijangge dan timnya,” kata Sebby Sambom dalam keterangannya kepada AFP, Senin.
Yang dia maksud adalah Bupati Nduga. “Uangnya melalui sistem kekeluargaan,” kata Sambom.
“TPNPB memberikan supirnya kepada Edison. Kemudian Edison memberikan supirnya kepada TNI dan Polri,” lanjutnya.
Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters dengan cepat menolak anggapan bahwa Wellington terlibat dalam pembayaran pembebasan Mehrtens. Dia mengatakan pilot tersebut dibebaskan berkat upaya pemerintah kota.
“Sejujurnya, saya pikir sayang sekali ada tuduhan bahwa kami membayar uang. Kami tidak membayar, kami tidak memberikan suap,” kata Peters di Radio Selandia Baru, Senin.
Read More : 158.351 Narapidana Dapat Remisi Nyepi dan Lebaran 2025
“Semua pekerjaan dilakukan oleh orang-orang ini dari berbagai tempat termasuk pihak berwenang yang bekerja sekeras mungkin agar tidak melakukan kesalahan atau marah ketika tidak terjadi apa-apa. Dia melanjutkan.
Juru bicara kepolisian Indonesia dan tim militer yang menangkap Mehrtens mengatakan tidak ada uang yang diberikan langsung kepada pemberontak.
“Tidak perlu uang atau syarat apapun bagi Egianus Kogoya untuk melepas pilot tersebut,” kata Ketua Satgas Hubungan Damai Cartenz, Kombes Bayu Suseno.
Ia mencontohkan nama pimpinan Angkatan Bersenjata Papua (KKB) yang dituduh menerima pembayaran tersebut.
KKB mengatakan asing mengincar mereka karena pemerintahnya punya hubungan dengan Indonesia. Saat berada di pengasingan di pedesaan Papua, warga Selandia Baru ini muncul beberapa kali dalam rekaman video untuk berbicara dengan keluarganya dan pemerintah.
Penampilannya banyak berubah dari waktu ke waktu, namun ia tampak dalam kondisi fisik yang baik setelah dibebaskan dan tiba di ibu kota Jakarta pada Sabtu malam.