Jakarta, Beritasatu.com – PT Merdeka Copper Gold, Tbk (IDX: MDKA) tengah melaju dengan 2 proyek potensial masa depan yang memiliki cadangan besar, yakni Proyek Emas Pani di Gorontal dan Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi. Tak hanya itu, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam bidang nikel setelah ini, MDKA juga membangun fasilitas pengolahan nikel HPAL (High Pressure Acid Leaching) yang dioperasikan di bawah anak perusahaan PT Merdeka Battery Materials (IDX:MBMA).
Read More : Ini 2 Lokasi SIM Keliling di Jakarta Minggu 19 Mei 2024
Proyek Pani Emas di Gorontal akan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia yang diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun 2025. Dengan total kandungan mineral sebesar 303,1 juta ton bijih yang mengandung 6,9 juta ons emas, proyek Gadang diharapkan akan menjadi tambang emas berbiaya rendah dan berumur panjang. Selain menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia, berdasarkan hasil Feasibility Study (FS), proyek Pani Emas akan menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi Grup Merdeka di masa depan, dan mencapai 11,4 miliar dolar AS. dolar. EBITDA sebesar $7,4 miliar dalam 10 tahun pertama beroperasi.
Tambang Emas Tujuh Bukit adalah tambang terbuka di Banyuwangi, Jawa Timur yang menambang bijih mineral dan memulihkan kandungan emas dan perak menggunakan metode pelindian yang efisien. Proyek ini juga menggunakan 100% listrik energi baru terbarukan (EBT) yang dipasok oleh PLTP Kamojang, Jawa Barat. Proyek yang dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) ini diperuntukkan sebagai fasilitas vital nasional karena kualitas sumber daya mineralnya yang diakui negara sebagai aset strategis.
Di tambang emas Tujuh Bukit, MDKA sedang mengembangkan Proyek tembaga Tujuh Bukit yang merupakan salah satu proyek tembaga terbesar di dunia dan masih dalam tahap praproduksi. Proyek tembaga Tujuh Bukit saat ini memiliki potensi 8,2 juta ton tembaga dan 27,9 juta ons emas. Proyek ini memiliki manfaat ekonomi yang tinggi untuk pengembangan tambang bawah tanah jangka panjang dan signifikan secara global dengan akses bertahap. Pada puncak produksi, Proyek Tembaga Tujuh Bukit akan memproses 24 juta ton bijih per tahun untuk menghasilkan lebih dari 110.000 ton tembaga dan 350.000 ons emas per tahun selama lebih dari 30 tahun.
Head of Corporate Communications PT Merdeka Copper Gold, Tbk Tom Malik mengatakan MDKA terus mengembangkan potensi sumber daya yang ada dengan pendekatan lingkungan yang ketat untuk mewujudkan visinya menjadi tambang nasional kelas dunia.
“Potensi MDKA ke depan sangat jelas, kami saat ini fokus membuka operasi baru melalui Proyek Emas Pani di Gorontal dan Proyek Tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi. “Keduanya memiliki cadangan sumber daya yang signifikan dan potensi besar untuk masa depan,” kata Tom.
Sementara itu, MDKA melalui anak perusahaannya PT Merdeka Battery Materials, Tbk (MBMA) terus berupaya menjadi perusahaan material baterai terkemuka yang terintegrasi secara vertikal dengan mengembangkan proyek-proyek utama midstream dan downstream pada rantai nilai material baterai untuk menghasilkan produk berkualitas dengan tingkat tertinggi. nilai tambah. nilai.
Read More : Viral Mahasiswa Katolik Universitas Pamulang Alami Kekerasan Saat Ibadah, Polisi: Diselidiki
MBMA juga terus mengembangkan beberapa pabrik High Pressure Acid Processing (HPAL) melalui kemitraan dengan perusahaan baterai terkemuka global. Pabrik pengolahan HPAL ini akan mengolah bijih nikel limonit dari tambang SCM MBMA untuk menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP), yang merupakan bahan prekursor industri baterai kendaraan listrik.
Fasilitas HPAL ini merupakan wujud nyata komitmen MDKA dalam mendukung industri hilir nikel di Indonesia.
Dengan fokus pada pengembangan proyek emas, tembaga, dan fasilitas HPAL, MDKA menunjukkan komitmennya untuk menjadi pionir dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, hilirisasi, dan kemandirian energi di Indonesia. Keberhasilan proyek-proyek ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap Indonesia, baik secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pentingnya kerjasama antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dan berkelanjutan.
“Dengan rekam jejak yang sangat baik dalam pengelolaan sumber daya yang diakui secara regional dan internasional, MDKA sangat siap menyongsong masa depan melalui proyek-proyek bergengsi kami dan tentunya berkomitmen untuk mematuhi peraturan dan mendukung kebijakan tindak lanjut yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. . ,” tambah Tom.