Labuhanbatu, Beritasatu.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat merilis hasil autopsi Wahyu Al Hasbi, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang meninggal di belakang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22. Temukan Pematang Seleng, Bilah Kecamatan Hulu Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Read More : Malut United Tahan Imbang Persik Kediri Tanpa Gol

Petugas koroner RSUD Rantauprapat Fernando Manik menjelaskan, dari hasil pemeriksaan luar Wahyu ditemukan banyak luka.

Mulut, bibir dada tangan, ditemukan luka di bagian kaki dan badan bagian belakang. Luka tersebut antara lain lebam di kepala, tangan lebam karena diseret. Luka lainnya yang diyakini, kata Fernando, Rabu (17 /4/2024).

Fernando mengatakan, luka parah di kepala, termasuk retak tengkorak, diduga menjadi penyebab utama meninggalnya Wahyu.

Lidah yang tergigit menunjukkan tanda-tanda sesak napas, menandakan ia meninggal karena sesak napas dalam waktu 30 menit, jelasnya.

Read More : Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Bengkulu Selatan Sore Ini

Warga Desa Pematang Seleng dihebohkan dengan ditemukannya jenazah Wahyu Al Hasbi pada Minggu (14/4/2024). Wahyu, siswi SMP berusia 16 tahun asal Desa Pematang Seleng, Dusun Pekan, diduga menjadi korban kekerasan mematikan.

Polsek Bilah Hulu dan Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan mengirim jenazah ke RSUD Rantauprapat untuk diautopsi. Polisi saat ini sedang menyelidiki kasus tersebut dan berupaya mengidentifikasi serta menangkap para pelaku.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *