Chicago, Beritasatu.com – Harga minyak mentah AS anjlok di pasaran hingga ditutup di bawah US$71 per barel pada Rabu (16/10/2024) setelah aksi jual besar-besaran pada hari sebelumnya. Pemicunya adalah laporan bahwa Israel tidak akan menyerang fasilitas minyak Iran.
Read More : IMGS 2024: Menavigasi Tantangan dan Peluang bagi Generasi Muda Indonesia
Minyak mentah Brent, patokan global untuk kontrak bulan Desember, ditutup pada $74,22 per barel, turun 3 sen (0,04%). Sementara itu, Brent sudah anjlok lebih dari 3% sejak awal tahun.
Sementara itu, patokan minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November naik 19 sen (0,27%) menjadi US$70,39 per barel. Sedangkan dari awal tahun 2024 hingga saat ini, minyak mentah AS sudah turun sebesar 2%.
Minyak WTI turun lebih dari 4% setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberi tahu AS bahwa mereka akan membatasi pembalasan terhadap sasaran militer Iran. Hal tersebut diungkapkan kepada NBC News oleh Joe Biden, pejabat senior pemerintah AS.
Read More : Pramono Anung Apresiasi Kinerja Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur Jakarta
Harga minyak mentah kehilangan sebagian besar keuntungannya setelah serangan rudal balistik Iran pada 1 Oktober terhadap Israel karena kekhawatiran akan gangguan minyak di Timur Tengah mereda.