JAKARTA, Beritasatu.com – Penjualan mobil di Indonesia tidak akan bergairah di tahun 2024. Hal ini konon disebabkan oleh beberapa faktor yang turut menyebabkan terpuruknya industri otomotif Tanah Air.

Read More : Mudik Motor Gratis Lebaran 2025 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Rutenya

Direktur Aftersales dan Marketing PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billi mengatakan, banyak faktor yang menghambat industri otomotif mencapai kinerja positif di tahun 2024.

Pertama, faktor perekonomian global, kedua masa pemilu, ketiga faktor perekonomian nasional, dan keempat, non-performing loan (NPL) juga tinggi, kadang mencapai 6%, kata Yusak Bili dari Antara, Selasa. (20 Agustus 2024).

Selain itu, ia menambahkan, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembiayaan akan menerapkan pembatasan ketat terhadap pelanggan yang ingin membeli mobil baru pada tahun 2024 karena tingginya utang usaha.

Oleh karena itu, diperlukan diskusi lebih lanjut dengan perusahaan yang terlibat dalam pembiayaan tersebut untuk lebih meningkatkan penjualan mobil di Indonesia.

“Ini perlu kita komunikasikan dengan lembaga donor agar masyarakat lebih mudah memiliki mobil. Kalau permintaan beli mobil semakin banyak, maka mereka akan semakin sulit menyetujuinya,” ujarnya.

Read More : Pernikahannya Ternyata Siri, Rizky Febian: WO Harusnya Bertanggung Jawab

Berdasarkan data Gaikindo, pada kuartal I tahun 2024, industri otomotif mengalami penurunan yang sangat besar yaitu sebesar 19,5%. Penjualan mobil pada semester I 2024 hanya sebanyak 408.012 unit, turun dibandingkan tahun sebelumnya, dan penjualan purna jual pada 2023 mencapai 506.427 unit.

Sementara di ritel, industri hanya menjual 431.987 unit, turun 14% dibandingkan tahun lalu menjadi 502.533 unit.​

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *