Jakarta, Beritasatu.com – Rektor Universitas Jakarta (UNJ) Komarudin didampingi Wakil Rektor I, II, III, IV beserta jajaran mengunjungi Kugenang Community Center (CCC) di Desa Talaga, Kecamatan Kugenang, Kabupaten Cangjur, Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membuka peluang kerjasama pengelolaan program studi di luar kampus induk (PSDKU) di bidang Pencak Silat.

Read More : 7 Pesepak Bola Indonesia yang Ternyata Juga Anggota TNI

Dalam sambutannya Rektor menyampaikan bahwa UNJ tertarik untuk bekerjasama dengan Yayasan Didaktik Kinarya (YKD) selaku pengelola CCC, sebuah pusat pendidikan bagi masyarakat yang berlokasi di lokasi community center.

Rektor UNJ juga mengucapkan terima kasih kepada YKD yang telah mendukung gagasan UNJ untuk membuka cabang kampus tersendiri untuk program pendidikan Pencak Silat di kompleks tersebut, yang sebelumnya merupakan sekolah gratis bagi anak berbakat dari keluarga tidak mampu di distrik Canjur.

Cianjur dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang mempunyai seni tradisional pencak silat tersendiri.

“Kami (UNJ dan YKD) mempunyai semangat yang sama yaitu keinginan untuk memajukan pendidikan di negara kami. Puncak dari kerja sama ini adalah terbentuknya PSDKU khusus bidang pencak silat. “Program PSDKU sebelumnya sudah dikenal di kampus lain seperti Kampus ITB Cirebon, Kampus Unesa Ngawi, Kampus UB Jombang, Kampus UPI Purwakarta dan lain-lain,” kata Komarudin dalam keterangannya, Jumat (26/07/2024).

Dijelaskannya, UNJ harus bekerjasama dengan perguruan tinggi lokal di daerahnya untuk melaksanakan program PSDKU. Di Chiangjur misalnya ada Universitas Surya Kencana.

Skema PSDKU merupakan skema yang paling relevan karena cakupan kerja samanya lebih luas yakni dengan pemerintah daerah, masyarakat setempat, yayasan, dan perguruan tinggi. Kami berharap melalui kerja sama ini manfaatnya semakin besar dan keberlanjutannya semakin luas.

“Pengembangan ke depan tidak hanya mencakup pencak silat saja, tapi bisa juga diperluas ke program pendidikan lainnya. “Hal ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tidak hanya di Cianjur, tapi juga di Jawa Barat,” lanjut Komarudin.

Read More : Fluminense Lengkapi Kuartet Brasil pada 16 Besar Piala Dunia Antarklub

Ketua Pengurus HMBC YKD Rikrik Rizkiyana mengatakan, pihak dana, sebagai pengelola aset CCC, menyambut baik rencana UNJ untuk mengembangkan kompleks sekolah seluas 1,2 hektar menjadi kampus UNJ di luar kota Jakarta, yang akan menjadi cabang tersendiri dari UNJ. kegiatan olah raga sesuai program latihan Pencak Silat.

“Pertapaan ini kami sumbangkan kepada UNJ sebagai bagian dari program PSDKU. Saya harap ini bermanfaat bagi semua orang. “Selain itu, kami berharap kehadiran kampus UNJ juga dapat merevitalisasi perekonomian masyarakat sekitar kampus,” jelas Rickrick.

Kampus UNJ di luar Jakarta yang konsentrasi Pencak Silatnya diharapkan bisa beroperasi pada tahun depan.

Saat ini, baik UNJ maupun YKD masih menghitung infrastruktur apa saja yang perlu disediakan agar kampus dapat segera menerima mahasiswa baru sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, UNJ dan YKD juga akan melakukan pencarian bakat untuk mencari guru atau dosen terbaik yang menjanjikan untuk kurikulum pencak silat ini. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *