Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui tambahan penyertaan modal masyarakat (PMN) senilai Rp 18,6 triliun pada PT Hutama Karya (Persero).
Read More : Enggartiasto dan Royke Tumilaar Sambut Kedatangan Jokowi pada BNI Investor Daily Summit 2024
Hal itu tertuang dalam Laporan Rencana Pemerintahan Tahun 2024 pada Kamis (28/04/2024). Dalam Peraturan (VP) no. ).
Keputusan PP memberikan PMN bertujuan untuk memperbaiki struktur permodalan dan memperluas bisnis PT Hutama Karya (Persero) dengan mempercepat pembangunan jalan tol di Sumatera.
โDalam rangka memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha Perusahaan Perseroan (Persero) PT Hutama Karya, untuk melanjutkan pekerjaan percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera, perlu dilakukan peningkatan porsi modal perseroan. Republik Indonesia Modal saham perseroan (Persero) PT Hutama Karya,โ bunyi PP tersebut.
Estimasi penyertaan modal negara tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (BPRS) Tahun Anggaran (TA) 2024.
Read More : BBM Subsidi Dibatasi Mulai 17 Agustus, Luhut Singgung Penderita ISPA hingga Bioetanol
Sebagaimana diberitakan dalam pengumuman resmi PT Hutama Karya (Persero), PMN akan digunakan untuk menyelesaikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap pertama yang meliputi Binjai-Langsa (ruas Binjai-Pangkalan Brandon), Simpang Indralay-Muara . Enim (Divisi Simpang Indralay-Prabumulih), Kisaran-Indrapura, Kuala Tanjung-Parapat (Divisi Kuala Tanjung-Pematang Siantar), Lubuk Linggau-Bengkulu (Divisi Lubuk Linggau-Taba Penanjung), Sigli-Banda Aceh, Divisi Pekanbaru-Pinjung Padang) ), dan Pekanbaru-Padang (ruas Pekanbaru-Koto Kampar) menelan biaya Rp5,17 triliun.
Sedangkan Rp 13,42 triliun akan dialokasikan untuk pembangunan JTTS Tahap II yang meliputi tol Kayu Agung-Palembang-Betung (ruasPalembang-Betung) sepanjang 69 km.