JAKARTA, Beritasatu.com – Pemain tunggal putra Indonesia Jonathan Christie alias Jojo mengaku kalah di babak 16 besar melawan Lu Guan Xu karena ketenangannya.
Read More : Pemain Timnas Indonesia Sampaikan Pesan Natal dan Semangat untuk Tahun 2025
Bermain di Arena Finn di Odense, Denmark, Jojo kalah dalam tiga gim 19-21, 21-8, 18-21. Dia berhenti setelah 61 menit bertarung.
JoJo menegaskan, hasil Kejuaraan Level Super 700 BWF tidak sesuai harapannya. “Sebenarnya saya sedikit lebih tenang dan kurang berani dalam strategi saya. “Sering kali saya terjebak dalam gaya permainan lawan.
Pada pertandingan babak keempat melawan Lu, ia mengatakan bahwa dirinya bukanlah orang yang memaksa lawannya untuk mengikuti gaya permainannya, namun ia terkesan dengan gaya permainan Lu, terutama pada game pertama dan terakhir.
Namun, meski performa JoJo di tur Eropa kali ini cukup bagus, masih ada ruang untuk perbaikan. “Saya seharusnya lebih berani dalam menyerang dan memaksa lawan bermain dengan gaya saya sendiri,” ujarnya.
Read More : Kebakaran Melanda Permukiman di Duren Sawit, 11 Unit Damkar Dikerahkan
JoJo juga mengatakan bahwa ia akan mengambil cuti setelah bermain di final Arctic Open 2024 karena mengalami beberapa memar atau bengkak di kakinya. “Itu membuat pergerakan saya kurang lebih tidak nyaman, sebenarnya sejak kemarin, tapi itu bukan alasan atas kekalahan saya hari ini,” ujarnya.
Ia akan pulih terlebih dahulu setelah bermain di Denmark Open. “Saya ingin kaki saya kembali bugar dan siap untuk turnamen berikutnya,” kata pebulu tangkis berusia 27 tahun itu.