Managua, Beritasatu.com – Pada Jumat (10/11/2024), Nikaragua resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Negara Amerika Tengah itu menyebut pemerintah Israel fasis dan genosida.
Read More : Danantara Mulai Panggil Petinggi BUMN, Hari Ini Jadwal BRI dan Telkom Indonesia
Pemerintah Nikaragua mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa putusnya hubungan ini disebabkan oleh serangan Israel di wilayah Palestina.
Kongres negara tersebut telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan Nikaragua untuk mengambil tindakan bertepatan dengan peringatan pertama perang Gaza pada 7 Oktober 2023.
Pemerintah Nikaragua mengklaim konflik di Timur Tengah kini bergerak ke arah Lebanon dan mengancam serius Suriah, Yaman, dan Iran.
Setelah Iran meluncurkan pangkalan rudal melawan Israel pada 1 Oktober 2024, Timur Tengah berada dalam kewaspadaan tinggi terhadap meningkatnya ketegangan regional.
Read More : Survei Indikator: Masyarakat Indonesia Kecewa pada Penampilan Timnas di Piala AFF 2024
Iran mendukung Hizbullah Lebanon, yang menjadi sasaran Israel dalam serangkaian serangan mematikan baru-baru ini.
Iran juga merupakan sekutu pemerintahan Presiden Nikaragua Daniel Ortega. Nikaragua menjadi semakin terisolasi dalam beberapa tahun terakhir setelah Ortega menumpas protes anti-pemerintah pada tahun 2018, yang menurut kelompok hak asasi manusia menewaskan sekitar 300 orang.