Kyiv, Beritasatu.com – Pada Selasa (26/8/2024), Ukraina kehilangan jet tempur F-16 yang jatuh akibat serangan rudal dan drone Rusia. Ini merupakan kerugian besar bagi Ukraina dan mempengaruhi moral para prajurit.

Read More : Menteri HAM: Amnesti Diberikan kepada Napi Makar di Papua, Bukan KKB

Pejabat Ukraina mengkonfirmasi pada Kamis (29/08/2024) bahwa sebuah jet tempur F-16 jatuh saat merespons rudal dan kendaraan udara tak berawak (UAV) Rusia tiga hari lalu, menewaskan pilotnya. Ini adalah F-16 Ukraina pertama yang dihancurkan sejak negara tersebut menerima sejumlah pesawat tempur yang disumbangkan oleh sekutu Barat awal bulan ini.

Pakar militer Barat percaya bahwa insiden ini merupakan pukulan serius bagi tentara Ukraina baik dari segi personel maupun pertempuran. “Angkatan Udara Ukraina kehilangan pesawat tempur F-16 yang berharga untuk tugas tempur, tapi keadaannya memburuk,” tulis penulis Thomas Newdick di situs militer AS War Zone.

Sejak dimulainya perang dengan Rusia pada Februari 2022, Ukraina telah berulang kali meminta sekutu Baratnya untuk mendapatkan jet tempur F-16 buatan Amerika. Ukraina berharap ketersediaan F-16 akan membantu negaranya memperkuat pertahanannya terhadap pemboman Rusia.

Jet tempur pertama dikirim ke Ukraina pada akhir Juli dan diperkenalkan ke publik oleh Presiden Volodymyr Zelenskyi pada 4 Agustus. Kiev tidak mengungkapkan jumlah pastinya, namun para pejabat AS mengatakan F-16 adalah bagian dari enam pesawat yang dikirimkan. 

Hilangnya pesawat tempur F-16 berarti Angkatan Udara Ukraina telah kehilangan 16% armada yang ada dan hanya tersisa 5 pesawat untuk menjalankan misinya.

Terbatasnya jumlah pesawat tempur mungkin dapat dikompensasi di masa depan, karena negara-negara Barat telah berkomitmen untuk mengirim total 85 F-16 ke Ukraina.

Read More : Israel Perkuat Kota di Perbatasan karena Orang-orang Bersenjata Siap Masuk dari Tepi Barat

Namun hilangnya seorang pilot merupakan masalah besar bagi Ukraina.

Pada akhir Juli lalu, Washington Post menulis bahwa hanya ada 6 pilot yang mampu menerbangkan F-16 di Ukraina. Mereka adalah pilot elit di negeri ini. Karena kejadian ini, mereka kehilangan pilot terbaiknya dan sangat membatasi jumlah serangan per hari.

Kementerian Pertahanan Ukraina belum mengungkap identitas pilot pesawat F-16 yang jatuh. Pada saat yang sama, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa pada 26 Agustus, pilot Letnan Kolonel Oleksiy Mes tewas saat menjalankan misi tempur.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *