Jakarta, Beritasatu.com – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyoroti salah satu tantangan industri asuransi jiwa saat ini, yaitu meningkatnya biaya pengobatan yang mencapai dua kali lipat.

Read More : Guru Besar UI: Pemerintah Jokowi Konsultasi dengan Epidemiolog Dunia Tangani Covid-19

“Angka medis tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi umum yang mencapai 13,6%,” kata CEO Prudential Indonesia Tony Benitez, dalam sambutannya pada konferensi pers reporter 2023 Full Year Performance (FYP), di Jakarta, Kamis (25/4/2023). 2019). 2024).

Tony mengatakan kenaikan biaya pengobatan ini berdampak pada permintaan layanan kesehatan yang meningkat sebesar 24,9% atau Rp 21 triliun hingga tahun 2023.

“Mengapa kebutuhan medis begitu tinggi? Salah satunya adalah perkembangan teknologi di bidang medis yang membuat tagihan medis semakin meningkat dan juga memberikan pengobatan yang lebih tinggi dari yang seharusnya,” ujarnya.

Selain kenaikan biaya pengobatan, Tony juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi industri asuransi, yaitu rendahnya keterbacaan dan akses asuransi.

Read More : Mentan Amran Usulkan KUR Dirombak, Regulasi Disederhanakan

“Literasi asuransi di Indonesia saat ini sebesar 31,7%, lebih rendah dibandingkan literasi keuangan sebesar 49,7%. Sementara penetrasi asuransi di Indonesia hanya 0,9%, lebih rendah dibandingkan Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam”, tutupnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *