Washington, Beritasatu.com – Pentagon dilaporkan telah memperingatkan puluhan tentara yang akan dikirim ke Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang. Para prajurit bersiap membantu Amerika meninggalkan zona konflik yang semakin penuh kekerasan antara Israel dan milisi Hizbullah Lebanon.
Read More : Rekening Perusahaan Starlink Milik Elon Musk Dibekukan Hakim Brasil, Kenapa?
AS juga berencana menambah pasukannya di Timur Tengah menjadi 40.000. Para pejabat AS mengatakan pasukan baru ini akan mempunyai misi berbeda.
Mereka bersiaga jika perlawanan terhadap Israel dan Hizbullah mengancam warga Amerika dan akan melakukan evakuasi.
Juru bicara Pentagon Mayor Jenderal Pat Ryder mengatakan pada Senin (23 September 2024) waktu setempat bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan sejumlah kecil pasukan tambahan.
Dengan alasan keamanan operasional, ia menolak mengatakan berapa banyak tentara tambahan yang akan dikerahkan, mengapa atau di mana.
Para pejabat di pemerintahan Joe Biden prihatin dengan kurangnya pemahaman tentang rencana Israel dalam konflik dengan Hizbullah, sebuah isu yang juga diangkat selama perang Israel melawan Hamas.
Pada hari Senin, Israel secara dramatis memperluas serangan udaranya ke Lebanon, dengan serangan udara yang menewaskan hampir 500 orang dan melukai lebih dari 1.600 orang.
Meskipun para pejabat dari pemerintahan Biden dan pemerintah Israel berbicara dan bertemu secara teratur, Israel belum merilis informasi rinci mengenai pergerakan militernya di Lebanon. Hal itu diungkapkan tiga pejabat pertahanan AS.
Israel dan Hizbullah saling melancarkan serangan roket. Israel menuduh Hizbullah meningkatkan ketegangan pekan lalu dengan operasi meledakkan bahan peledak melalui pager dan walkie-talkie di Lebanon.
Read More : Sektor Akomodasi dan Transportasi Kena Dampak Kebijalan Efisiensi Anggaran
Puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam insiden dua hari tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memperingatkan akan adanya serangan militer, namun para pejabat Israel belum memberi tahu para pejabat AS apakah atau kapan serangan darat akan dimulai.
Hal ini mengharuskan Amerika Serikat untuk mencari indikator pergerakan darat, seperti ketika Israel memanggil pasukan cadangan dalam jumlah besar atau memindahkan kolom tank menuju perbatasan Lebanon.
Para pejabat memperkirakan bahwa serangan besar-besaran di Lebanon selatan akan membutuhkan ribuan tentara dan kendaraan lapis baja, selain pasukan yang mempertahankan wilayah tersebut. Tentara Israel diketahui memindahkan satu brigade dan sejumlah peralatan ke perbatasan utara Lebanon dalam beberapa hari terakhir.
Namun, tidak ada tanda-tanda serangan darat akan segera terjadi.