Jakarta, Beritasatu.com – PT. Sido Muncul Industri Herbal dan Farmasi Tbk (Sido Muncul) bekerja sama dengan SPBK Perdami Pusat dan RSI Banjarnegara menyelenggarakan 150 operasi katarak gratis bagi penderita katarak di wilayah Banjarnegara dan sekitarnya pada Sabtu (12/10/2024).
Read More : Jadwal Proliga 2025 di Surabaya, Diawali Electric vs BJB
Dukungan secara virtual diberikan oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Direktur RSI Banjarnegara Dr. Arif Fadlullah Conar.
Turut hadir dalam kesempatan ini Bupati Banjarnegara Muhamad Masrofi, Ketua DPRD Banjarnegara Anas Hidayat, Kapolres Banjarnegara AKBP Erick Budi Santoso, Kodim 0704/Kapolres Banjarnegara Letjen TNI. Kol. Czi Teguh Prasetyanto, Bupati Banjarnegara. Kantor Fadhila Maya Sari, Ketua PN Banjarnegara Anteng Supriyo, Indarto Sekretariat Daerah Banjarnegara, Ketua Yayasan RSI Banjarnegara Supriyo, dan Pembina Yayasan RSI Banjarnegara Moh. Chamzah Hasan, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat dalam sambutannya. (Beritasatu.com/Yurike Metriani)
Bapak Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul mengatakan, pelaksanaan operasi katarak gratis ini merupakan bagian dari komitmen Sido Muncul untuk membantu mengurangi jumlah penderita katarak di Indonesia yang semakin meningkat setiap tahunnya.
“Kami ingin menggunakan uang yang kami peroleh dari iklan dan promosi untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Irwan.
Sejak tahun 2011 hingga saat ini, Sido Muncul telah beroperasi di lebih dari 57.000 toko di seluruh Indonesia.
“Jika seseorang kehilangan penglihatannya, 50 persen kualitas hidupnya akan hilang. Selain itu, komplikasi katarak juga banyak terjadi dan semakin meningkat setiap tahunnya. “Untuk itu, kehadiran kami di sini tidak hanya membantu, tapi juga menyadarkan masyarakat bahwa katarak hanya bisa disembuhkan dengan operasi,” kata Irwan.
Meski tetap bisa menggunakan BPJS, lanjut Irwan, operasi mata gratis ini merupakan salah satu bentuk partisipasi membantu pemerintah menghilangkan kebutaan akibat kebutaan.
Dengan adanya kegiatan ini, Irwan berharap jumlah penderita penyakit glaukoma dapat berkurang dan ada kegiatan lain yang dapat membantu masyarakat lainnya.
“Kami berdoa bersama pasien semoga hasil operasinya baik dan apa yang kami lakukan hari ini juga baik untuk pasien dan seluruh keluarganya,” kata Irwan.
Irwan mengatakan Sido Muncul tidak hanya melaksanakan CSR saja melainkan TCSR (Total Corporate Social Responsibility), dimana kegiatan periklanan dikhususkan untuk operasi katarak, pencegahan stunting, dan proyek pariwisata.
Read More : Dalam Rekontruksi, Aipda Robig Tidak dalam Posisi Terancam dan Terbukti Lakukan Tindakan Berlebihan
Jadi ini kita bantu sambil beriklan supaya efektif. Kalau hanya dari keuntungan secukupnya. Jadi penagihan iklan, lalu ada uang CSR, kita kumpulkan. Jadi apa pun yang bisa kita lakukan, kita lakukan sekaligus. ,” lanjut Iran.
Irwan juga mengatakan, dana CSR Sido Muncul berkisar 3 hingga 4 persen dan akun iklan sangat efektif untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat.
“Misalnya yang bermanfaat katarak, bibir pecah-pecah, stunting, uang CSR bisa kita gunakan untuk itu. Namun dengan periklanan, secara tidak langsung kita bisa memperkuat komunitas. “Misalnya memperkenalkan daerahnya, agar daerahnya dikenal, sehingga semakin banyak wisatanya,” jelas Irwan.
Bahkan, pada tahun 2011, Sido Muncul melakukan kampanye tentang Labuan Bajo dan pada tahun 2024, Sido Muncul bisa mendapatkan penghargaan dari pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
“Saat saya memasang iklan tentang Laban Bajo, dikunjungi 18.000 wisatawan asing. Kunjungi sana dan 1.000 wisatawan lokal. Tahun ini dikunjungi 900.000 wisatawan, 60% di antaranya adalah wisatawan lokal. Salah satu yang sukses adalah Labuan Bajo. Pak Irwan membantu dalam operasi katarak ke RSI Banjarnegara yang diadakan hampir “Sebelumnya dikenal sama sekali, sekarang sudah menjadi sangat baik”. (Sido muncul)
Sementara itu, Direktur RSI Banjarnegara Arif Fadlullah Chonar mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Sido Muncul dan Perdami serta kontribusi semua pihak dalam kegiatan ini.
“Gatocart merupakan penyakit berbahaya yang perlu kita obati dengan cepat dan tepat karena dapat membuat orang menjadi buta. Oleh karena itu, langkah strategis kami adalah membantu mengurangi beban masyarakat dan perlunya kemitraan ini untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat, kata Arif.
Selain katarak, Sido Muncul juga rutin melakukan bedah bibir sumbing secara gratis di berbagai daerah di Indonesia dan memberikan dukungan kepada anak-anak penderita stunting, sebagai wujud komitmennya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.