Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak pengurus Perum Bulog dengan mengangkat Wahyu Suparyono sebagai Dirut. Dirut Bulog Wahyu menggantikan Baya Krisnamurthi. Bagaimana kabar pemimpin baru Wahyu Suparyono?
Read More : Sidang Harvey Moeis: JPU Siapkan 15 Saksi Ahli untuk Buktikan Dakwaan Kerugian Negara
Wahyu Suparyono lahir di Magelang pada tanggal 17 Oktober 1959. Wahyu merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Pemerintahan (STAN). Pada tahun 2014, beliau juga menyelesaikan kuliah terakhirnya sebagai Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Brawijaya.
Sebagai Bos Bulog, peran Wahyu di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukanlah hal baru. Pada tahun 2020, beliau menjabat sebagai Direktur Jenderal Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Perum Asabri). Dia sudah lama bekerja di sebuah perusahaan pemerintah. Ia tercatat menduduki posisi strategis di perusahaan tersebut.
Pada tahun 2017 hingga 2020, Wahyu juga menjabat sebagai General Manager PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero). Jabatan tersebut merupakan jabatan terakhir sebelum diangkat menjadi CEO Asabri.
Wahyu terus bekerja di perusahaan pemerintah. Pada tahun 2015 hingga 2018 menjabat sebagai Direktur Utama PT Jasa Prima Logistik (JPL) Bulog. Beliau baru-baru ini ditunjuk untuk menduduki posisi serupa sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Perum Bulog pada tahun 2016 hingga 2017.
Read More : Puji Penurunan Angka Deforestasi, Norwegia Lanjutkan Kerja Sama Lingkungan Hidup
Di Perum Bulog, Wahyu Suparyono menduduki beberapa posisi strategis. Selain menjabat sebagai Komisaris Utama dan Direktur Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan, beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur Operasi dan Pelayanan Publik Perum Bulog pada tahun 2015 hingga 2016.