Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendi mencatat penilaian mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah atau Idul Fitri 2024.
Read More : Libur Panjang Pekerja Berpotensi Gerus Minat Investor Asing Masuk RI
Pertama, Muhajir mengatakan akan memperbaiki hambatan arus balik di jalan tol. Tentang prediksi kecelakaan lalu lintas seperti yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek km 58.
“Tetapi yang lebih penting sebenarnya adalah perilaku penumpang itu sendiri, jika tidak bertanggung jawab, ceroboh, maka segala upaya yang kita lakukan untuk menjaga keselamatan adalah sia-sia. Makanya saya selalu ingatkan, hindari kelelahan, kelebihan muatan, ngantuk atau microsleep,” kata Muhajir, Senin (22/4/2024) di Gedung Kementerian Koordinator PMK, Jakarta.
Kedua, dia mengatakan, mulai tahun depan, pemerintah pusat akan melibatkan pemerintah daerah dalam pembuatan alternatif tempat peristirahatan di luar area pengumpulan tol. “Kami akan libatkan Pemkot dimana rest area tersebut berada, terutama untuk menunjang kebutuhan fasilitas sipil seperti toilet darurat, akses air bersih, penambahan tempat parkir. Itu semua harus dibicarakan dengan Pemkot,” lanjutnya. .
Sementara untuk peninjauan jalur Jakarta-Merak, Muhajir mengatakan akan membuka lahan seluas 10 hektare di Km 97 sebagai buffer zone atau ruang tunggu. Tim tuan rumah akan ditahan di km 97 sebelum diberangkatkan ke pelabuhan Merak.
“Nanti yang datang ke Merak benar-benar naik kapal. Setidaknya ada tempat parkir terbatas di lokasi Merak. Sebaiknya istirahat dulu di zona ini sebelum sempat berangkat, jangan di jalan tol.” seperti yang terjadi selama ini,” kata Muhajir.
Catatan ketiga, lanjut Muhajir, pemerintah akan menambah dermaga di Indah Kiat di Cilegon, Banten. Dermaga ini dulunya berfungsi sebagai dermaga kapal kargo.
“Mungkin nanti kita akan perbaiki salah satu dermaga yang saat ini tidak berfungsi, yaitu di Indah Kiat. Saat ini Indah Kiat untuk angkut barang, jadi ada kapal kargo. Kalau digunakan untuk angkut mobil bermuatan orang, Itu perlu diubah,” jelasnya. .
Read More : KSSK Laporkan Data Ekonomi ke Jokowi, dari Rupiah hingga APBN
Sedangkan dari Pulau Sumatera, pemerintah akan memanfaatkan fungsi Pelabuhan Panjang. Dengan dilengkapinya pelabuhan ini, jarak tempuh kendaraan dapat dipersingkat hingga 120 kilometer dari Bandar Lampung hingga Bakauheni.
Keempat, kata dia, pemerintah akan memanfaatkan pelabuhan Situbondo untuk penyeberangan ke arah timur. Masyarakat yang mudik ke Lombok, Sumbawa dan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Madura tidak perlu melewati Ketapang Gilimanuk.
“Kalau mau ke Sumbawa harus melewati Ketapang Gilimanuk dua kali lagi. Kalau ke Lombok wajib tambah satu lagi. Namun dari Pelabuhan Jangkar bisa langsung ke Lombok, Sumbawa, Kalianget dan lain sebagainya, lebih mudah, katanya.
Ia mengatakan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat (PUPR) untuk akses menuju pelabuhan. “Kementerian PUPR bertanggung jawab atas aksesnya. Untuk saat ini perbaikan dermaga menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi,” pungkas Muhadžir.