Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perkapalan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjamin Indonesia tidak akan kekurangan makanan laut saat makan siang gratis dimulai. Program makan siang gratis ini bisa berjalan lancar tanpa harus khawatir kekurangan stok ikan.
Read More : Mitsubishi Bangkitkan Lagi Grandis tetapi Bukan untuk Indonesia
Sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai sumber daya ikan yang melimpah sehingga mampu memenuhi kebutuhan negara. Trenggono meyakinkan, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga memiliki surplus ekspor ikan ke berbagai negara.
Dalam paparannya, Trenggono menyampaikan bahwa pasokan ikan Indonesia sangat tinggi. Hal ini terlihat dari ekspor ikan yang lebih banyak dibandingkan impor.
Data tersebut menunjukkan industri perikanan Indonesia mengalami surplus. Artinya, produksi ikan melebihi konsumsi dalam negeri.
“Produksi ikan kita 13 juta ton, lebih dari cukup. Kita selalu surplus, impor ikan hanya salmon dan salmon kecil, sedangkan ekspor kita 6,2 miliar dolar. Impor hanya 600 juta dolar, jadi lebih dari cukup,” Trenggono jelasnya kepada wartawan yang ditemui di Universitas Indonesia, Kamis (6/6/2024).
Read More : Soal Tren ‘Kabur Aja Dulu’, Menteri KP2MI: Silakan Kabur Asal Tidak Percuma
Pada acara “Bahari Talk” di Universitas Indonesia, Kamis, Trenggono memaparkan data yang mendukung pernyataannya. Indonesia mempunyai potensi tangkapan ikan berkelanjutan hingga 12,01 juta ton dan produksi perikanan budidaya lebih dari 50 juta ton.
Angka-angka ini mencerminkan tingginya kapasitas Indonesia dalam memasok stok ikan. Dengan data yang ada, Trenggono optimistis Indonesia tidak kekurangan kebutuhan protein dari sektor seafood.