Jakarta, Beritasatu.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat ini baru menyetujui 30% kebutuhan anggaran TNI yang diajukan dalam pagu indikatif Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2025.ย
Read More : Bertemu Kepala BPPIK, Erick Thohir Sebut Program Bersih-bersih BUMN Terus Berlanjut
Hal itu diungkapkan Agus seusai lokakarya dengan Komisi I DPR yang membahas RKA dan rencana kerja pemerintah (RKP) Kementerian Pertahanan/TNI 2025 yang digelar secara tertutup.
Agus mengatakan, pihaknya terus melakukan negosiasi dengan Kementerian Keuangan agar RKA disetujui 100%. โBiasanya dari Kementerian Keuangan ada pagu indikatifnya, kita sudah punya rencana kebutuhan. Ya, kita berharap rencana kebutuhan kita diterima 100%, tapi sekarang tinggal 30%. Kita akan terus minta, โ kata Agus saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan rapat digelar secara tertutup setelah mendapat persetujuan anggota fraksi yang hadir dan seluruh peserta rapat. Pasalnya, pertemuan tersebut membahas anggaran dan peralatan utama sistem senjata (alutsis).
Wakil Ketua Komisi I DPR Utut Adianto enggan membeberkan secara detail RKA Kementerian Pertahanan/TNI yang dibahas dalam rapat tersebut. Utut hanya menjelaskan anggaran terbesar Kementerian Pertahanan sebesar Rp155 triliun.
Read More : IHSG Kamis 1 Agustus 2024 Ditutup Bertambah 70 Poin
Anggarannya besar boleh, tapi subsidinya ditutup. Anggarannya Rp155 triliun, tertinggi di Kementerian Pertahanan. Lalu TNI AD Rp54 triliun, TNI AL sekitar Rp20 triliun, TNI AU. .sekitar Rp 18 triliun, lalu Mabes TNI atau “Panglima TNI Rp. 9,3 triliun,โ jelas Utut.
Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tidak hadir karena mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi tersebut untuk melakukan aksi tanggap kemanusiaan yang mendesak untuk Gaza di Yordania. Prabowo diwakili Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra.