Tangerang, Beritasatu.com – Harga beras di pasaran lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan jika harga diturunkan, petani akan menangis.

Read More : Sama-sama PNS, Suami Gorok Leher Istri di Kuansing

“Kalau tekanannya terlalu tinggi petani teriak, kalau terlalu tinggi konsumen teriak. Jadi kita ambil jalan tengahnya dengan menetapkan HET atau harga eceran tertinggi,” ujar Amran saat memberikan kuliah umum di Keteknikan Pertanian Indonesia. Politeknik, Tangerang, Rabu (12/6/2024).

Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan HET untuk beras premium. Relaksasi ini menaikkan HET beras premium dari sebelumnya Rp 13.900 per kilogram menjadi Rp 14.900 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumsel.

Tak hanya beras medium, HET beras medium juga diturunkan menjadi Rp12.500 per kilogram dari sebelumnya Rp10.900 per kilogram.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Badan Pangan (Perusahaan) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Perubahan Perda Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harga HET Beras, Beras Rata-Rata, dan Beras Premium yang diatur berdasarkan daerah.

“Kalau bisa stabil harganya, sekarang relatif stabil, karena petani bisa mendapat penghasilan, konsumen tersenyum. Sekarang solusi tercepat di musim kemarau adalah melipatgandakan yang ditanam di kawasan APEN, sehingga bisa tumbuh. pendapatan meningkat dari dua menjadi tiga”, – kata Amran.

Read More : Bukan Pertama Kali Heri Horeh Tepergok Selingkuh, Riyuka Bunga Bongkar Faktanya

Amran mengatakan, dampak El Nino menyebabkan sebagian peternakan mengalami kekeringan secara bersamaan. Oleh karena itu, pihaknya akan mempercepat penyuntikan benih pertanian.

“Langkahnya adalah dengan menanam benih yang mampu beradaptasi dengan kondisi kekeringan. Kita pilih, lalu percepatan pangan, dipompa dengan mesin pertanian, dan ini solusi tercepat untuk mengurangi dampak kekeringan dan El Nino secara bersamaan.” . . 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *