JAKARTA, Beritasatu.com – Keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama pemilik sepeda motor saat libur lebaran. Salah satu hal terpenting adalah memilih ban sepeda motor yang tepat.

Read More : Gemini, AI dari Google Akan Ada di Gmail untuk Android, Bisa Merangkum Email Masuk

Ada banyak jenis dan tipe balon yang tersedia di pasaran. Berikut 7 cara memilih balon sepeda motor agar tak perlu khawatir mudik saat lebaran.

1. Pelajari berbagai jenis balon. Diantara mereka. Bola Jalan : Barang ini biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, ban ini menjadi ban standar pabrikan: dirancang untuk jalan atau trek tanah, datar, berpasir, bersalju yang membutuhkan traksi lebih besar. Tidak terlalu tebal seperti ban motor di luar sana. Ban segala medan memiliki kegunaan yang lebih fleksibel dibandingkan ban off-road karena dapat digunakan dalam jarak jauh dan pada rute yang berbeda: seperti namanya, ban sepeda motor jenis ini sering digunakan untuk jarak jauh. Selain itu, ban sepeda motor jenis ini dirancang untuk menahan beban sepeda motor: ban sepeda motor jenis ini sering digunakan untuk ban balap yang dirancang khusus untuk balap, dan ban sepeda motor jenis ini merupakan kombinasi antara ban sepeda motor balap dan ban balap. ban balap. balon wisata. Namun memiliki traksi dan stabilitas yang baik dalam menikung, handling dan pengereman. Dengan bola atau bunga yang tebal.

2. Periksa ketebalan ban Sebelum kembali ke rumah liburan, periksa dulu ketebalan ban sepeda motor. Jika bolanya tipis sebaiknya segera diganti. Hal ini untuk mencegah kebocoran atau keretakan selama perjalanan.

3. Periksa tahun pembuatan silinder Silinder sepeda motor berumur sekitar 5 tahun. Oleh karena itu, penting untuk melihat tahun pembuatannya agar Anda dapat mengetahui sudah berapa lama silinder tersebut digunakan. Cara ini bisa ditemukan pada 4 digit angka di bagian luar dinding balon. Misal anda menemukan angka 3023, berarti bola tersebut dibuat pada minggu ke 30 tahun 2023.

4. Menyetel Stang Sepeda Motor yang salah atau tidak disetel dengan benar dapat menyebabkan masalah seperti getaran berlebihan, keausan ban tidak merata, bahkan hilangnya kendali kendaraan. Jadi Anda perlu menyesuaikannya dengan benar untuk mencegah kemungkinan kerusakan.

5. Penyesuaian Ukuran Sebagai pengendara, perlu diketahui bahwa standar ukuran ban sepeda motor di Indonesia terbagi menjadi beberapa tergantung dari jenis ban sepeda motornya.

Read More : Tekanan Jual IHSG Diprediksi Berlanjut setelah Kemenangan Trump

Misalnya ukuran ban depan berkisar 70/90-14, 80/90-14, dan 90/80-14. Sedangkan ban belakang sepeda motor berukuran 80/90-14, 90/80-14 – 120/80-14. Ukuran ini dapat disesuaikan dengan ukuran pelek sepeda motor Anda yang sudah ada.

6. Perhatikan kode balon. Misalnya, 125/60 R 17 M/C 69 V ditentukan.

Jika diterjemahkan menjadi 125 (lebar silinder), 60 (tinggi silinder), R (tipe silinder yaitu radius), 17 (diameter pelek silinder) dan M/C: (bermesin untuk sepeda motor) sepeda motor), lalu 69 (maksimum) batas, tetapi berat maksimum yang dapat digunakan adalah 69 kg), serta V (batas kecepatan maksimum). Misalnya, jika V = 240 km/jam, balon tersebut mampu menahan kecepatan sepeda motor.

7. Perhatikan Segitiga TWIS Segitiga kecil ini merupakan Tread Wear Indicator (TWI) yang terletak pada dinding ban sepeda motor. Segitiga TWI merupakan simbol batas aman penggunaan ban sepeda motor. Ketika batas aman ini mencapai tanda segitiga di dinding, bola akan habis masa berlakunya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *