Chicago, Beritasatu.com – Harga minyak global turun lebih dari 1% pada Selasa (6 April 2024) setelah OPEC+ mengumumkan rencana peningkatan produksi mulai Oktober.
Read More : Dukung Swasembada Energi, Menhut Raja Antoni Apresiasi Budi Daya Aren di Kaltim
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang merupakan patokan kontrak AS bulan Juli, turun 97 sen (1,31%) menjadi $73,25 per barel. Secara year-to-date, harga minyak mentah AS naik 2,23%. Sementara itu, patokan global minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 84 sen, atau 1,07%, menjadi US$77,52 per barel. Sejak awal tahun 2024 hingga saat ini, harga minyak acuan global telah meningkat sebesar 0,62%.
Harga minyak mentah AS dan minyak mentah Brent mencapai posisi terendah dalam empat bulan pada awal perdagangan. Minyak mentah AS turun untuk hari perdagangan kelima berturut-turut dengan kontrak Juli turun 3,6% pada Senin (6 Maret 2024) menyusul pertemuan OPEC+ akhir pekan lalu.
Sebanyak delapan negara penghasil minyak, dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, berencana memangkas produksi sebesar 2,2 juta barel per hari mulai Oktober 2024 hingga September 2025, seiring melonjaknya pasokan minyak pada kuartal keempat tahun ini.
Dalam catatan hari Selasa yang dikutip oleh CNBC International, Tamas Varga, seorang analis di pialang minyak PVM, mengatakan bahwa “reaksi pasar terhadap rencana peningkatan produksi minyak adalah negatif, tetapi hal itu membawa kegembiraan bagi konsumen.”
Read More : Punya Kulit Gelap, Amanda Rawless Takut Berganti Warna Make Up
Harga minyak juga turun di tengah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada hari Senin, dilaporkan bahwa industri manufaktur AS sedang mengalami kontraksi.