Pati, Beritasatu.com – Jelang peresmian, nampaknya pelanggan kini berburu model rambut. Bukan gaya tradisional, tapi gaya sapi. Ada antrian sapi yang harus dihias untuk dihias. Sapi yang berpenampilan bagus kemungkinan akan meningkatkan harga jual. Tren ini membawa berkah tersendiri bagi pelayanan ala sapi di Pati, Jawa Tengah.
Read More : Banjir Akibat Luapan Sungai Cikalumpang Rendam 13 Desa di Serang
Usai maraknya jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Pragola, Margorejo, Pati, Jawa Tengah, para produsen fesyen pun memanfaatkan hal tersebut. Jangan gunakan gunting, gunting kuku, atau pengering rambut. Gaya ini menggunakan berbagai macam alat, bahkan ada yang menggunakan alat yang dimodifikasi secara khusus.
Nyamani adalah salah satu penyedia layanan gaya ternak. Sejak pagi, terutama menjelang upacara kurban, Nyamani sibuk merawat sapi-sapi secara khusus. Perawatannya berupa pemotongan tanduk dan kuku sapi menjadi beberapa bagian dan dijajarkan.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Penjual Hewan Kurban Sesekali Mulai Membuat Jamur di Bangka. 10 ekor sapi.
“Bisa punya 10 ekor sapi kalau ada pekerjaan. Ya biasanya kakinya patah, mana yang salah, saya perbaiki. Lalu ada tanduknya,” kata Nyamani di pasar ternak Pragolo Pati, Sabtu (1/6/ ) 2024).
Banyak pelanggan yang memperbaiki kondisi velg dan klaksonnya agar lebih menarik. Nyamani hanya mengenakan biaya Rp 30.000 untuk perawatan ini. “Tanduk berkaki rata-rata harganya Rp 30.000,” ujarnya.
Read More : Disebut Hasto Tak Lagi Jadi Bagian PDIP, Jokowi: Berarti Partai Perorangan
Menurut penjual sapi, Karso, gaya tersebut sangat bermanfaat. Pedagang sering menggunakan obat ini untuk menaikkan harga sapi. Harga sapi yang dirawat naik Rp 200.000 menjadi Rp 500.000.
Karso berkata, “Karena penjualannya sedikit meningkat, gaya ini dimodifikasi, karena cantik, indah.”
Layanan ala ternak ini tidak hanya tersedia di pasar, tetapi juga panggilan.