Jakarta, Beritasatu.com – Cuaca di Jakarta yang tidak menentu, terkadang disertai hujan dan panas, berdampak besar pada sektor transportasi, termasuk mobil. Kurangnya udara ini dapat menimbulkan banyak masalah yang mempengaruhi performa dan umur mobil.

Read More : Raffi dan Nagita Dukung dan Motivasi Pelaku Usaha di Batfest 2024

Saat hujan deras, saluran air tidak bisa mengalirkan air dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, banjir terjadi di banyak wilayah, terutama di wilayah rentan yang terkena genangan air.

Situasi ini menjadi tantangan besar bagi pengemudi, karena banjir besar dapat merusak sebagian besar kendaraan.

Saat mobil melewati perairan dalam, air masuk ke mesin dan sistem kelistrikan kendaraan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan serius, seperti kejutan mesin atau kerusakan pada sistem kelistrikan.

Banjir juga dapat merusak sistem rem dan menimbulkan korosi pada bagian logam kendaraan, yang pada akhirnya mengurangi umur kendaraan dan meningkatkan biaya perawatan.

Nah, berikut sembilan tips melindungi kendaraan Anda yang rusak akibat banjir, dari AutoZone pada Selasa (04/06/2024).

1. Jangan menyalakan mobil jika mobil terendam banjir, jangan coba-coba menyalakannya. Umumnya orang ingin menyalakan mobilnya untuk mengecek apakah masih berfungsi.

Namun proses ini dapat menyebabkan masalah serius yang disebut hidrolock. Hydrolock terjadi ketika air masuk ke ruang bakar mobil sehingga menyebabkan mesin hidup secara tiba-tiba dan kemungkinan merusak komponen internal mesin.

2. Bawa mobil ke bengkel. Air banjir mengandung kotoran dan kotoran lainnya yang berbahaya jika masuk ke ruang bakar. Di bengkel, mesin membuang air yang masuk dan membersihkan bagian yang rusak.

3. Cabut aki Sebaiknya segera lepas aki mobil jika banjir mulai masuk ke dalam kendaraan. Banyak komponen mobil yang bergantung pada aki, seperti lampu, radio, dan starter. Jika baterai terendam, keluarkan dan ganti dengan baterai lain.

4. Periksa interior mobil. Jika air hanya mencapai bagian bawah pintu, interior mobil mungkin aman. Namun jika air mencapai bagian tengah pintu, selalu periksa bagian dalam setelah air surut.

Read More : Kasus Meningkat, Pemda DIY Percepat Vaksinasi PMK Sapi Perah dan Sapi Potong

Air yang masuk ke dalam mobil dapat menimbulkan bau tidak sedap dan merusak interior, terutama yang terbuat dari bahan penyerap air seperti beludru. Selain itu, air dapat merusak komponen elektronik mobil, seperti radio dan komunikasi sehingga menurunkan nilai jual kembali mobil.

5. Periksa bagian kelistrikan mobil Bagian kelistrikan mobil merupakan salah satu bagian yang paling rusak akibat terendam banjir. Periksa apakah komponen kelistrikan masih berfungsi dengan baik.

Jika air tidak mencapai unit daya utama, mungkin masih dapat digunakan. Namun jika air sampai ke bagian utama, tunggu hingga air turun, ganti aki dan periksa seluruh sistem kelistrikan mobil.

6. Periksa cairan mesin. Penting untuk memeriksa apakah air mesin masuk ke dalam air banjir. Kotoran atau batu kecil dapat merusak bagian mekanis.

Pada mobil keluaran baru, reservoir biasanya dilapisi dengan karet, namun harus diperiksa secara rutin. Bagian yang perlu diperiksa adalah minyak rem, minyak transmisi, minyak power steering dan minyak radiator.

7. Lepas busi jika mesin terendam dan jika air mulai masuk ke ruang mesin, segera cabut busi. Busi pada mobil berbahan bakar bensin merupakan bagian yang rusak jika terendam air. Percikan api dan kumparan yang terendam dalam air dapat menimbulkan bahaya kebakaran sehingga mobil sulit dihidupkan.

8. Buka pintu dan jendela mobil Setelah banjir surut, buka pintu dan jendela mobil agar udara dan sinar matahari dapat masuk. Masuk ke dalam mobil mengeluarkan bau apek. Membuka pintu dan jendela, sirkulasi udara, dan sinar matahari akan membantu mengurangi bau, meski tidak menghilangkan sepenuhnya.

9. Hati-hati dengan ban dan rem mobil karena lumpur banjir dapat merusak sistem pembuangan. Rem mobil sering blong setelah terjadi banjir. Jika hal ini terjadi, semprot bagian yang rusak dengan air mengalir untuk membersihkan kotoran yang menempel.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *