Kediri, Beritasatu.com – Sejumlah pedagang kambing di Kediri, Jawa Timur, mengeluhkan sepinya pembeli akibat sepinya permintaan hari raya kurban. Para pedagang mengatakan barangnya tidak terjual karena kurangnya minat pembeli, yang dipengaruhi oleh musim pemungutan biaya sekolah. 

Read More : Cinta Laura Curi Perhatian di Cannes 2025 dengan Kebaya Merah Menyala

Saat diwawancara Beritasatu.com, Ahmed Turi, salah satu pedagang kambing di Desa Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mengungkapkan rasa sakitnya. 

Mungkin karena sedang musim masuk sekolah, jadi sebagian besar uangnya masuk ke sekolah,” kata Turi, Kamis (30/05/2024).

Turi juga menyayangkan situasi tenang di kalangan pembeli kambing. Memang benar, Idul Adha tinggal dua minggu lagi dan para pedagang berharap bisa mendapatkan keuntungan.

Ia mengatakan, permintaan kambing pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada kesempatan tersebut, Ahmed Muning membawa 15 ekor kambing ke pasar hewan. Namun, hingga siang hari mereka hanya berhasil menjual satu ekor kambing. Ia menjual kambing tersebut dengan harga sekitar Rp 2,5 juta – Rp 4 juta.

“Biasanya ada permintaan dari berbagai kota mulai dari Kediri hingga Surabaya,” jelasnya. 

Read More : Azriel Hermansyah Sakit dan Dirawat di Rumah, Ashanty: Badannya Panas Sampai 39,5 Derajat Celcius

Lebih lanjut, Bambang Winarto, salah satu penjual kambing di Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Wilayah Kediri, mengungkapkan perdagangan kambing masih belum damai. Bambang mengaku hanya mampu menjual 1 ekor kambing dalam sehari.

Menurut dia, selama setahun terakhir ia berhasil menjual lebih dari 150 ekor kambing. 

“Tahun ini kami menyiapkan 150-200 ekor untuk persiapan menyambut Ramadhan Idul Fitri 2024,” tutupnya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *