Badung, Beritasatu.com – Kekeringan yang melanda Indonesia setiap tahunnya memerlukan solusi, yakni perlunya membangun lebih banyak bendungan. Hal itu disampaikan staf profesional Menteri Teknologi, Industri, dan Lingkungan Hidup serta Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja.  

Read More : 40 Link Twibbon Hari Guru Nasional 2024 yang Bisa Digunakan untuk Foto Medsos

Indonesia menjadi tuan rumah World Water Forum (WWF) 2024 sebagai kemenangan diplomasi Indonesia terhadap permasalahan air global. Sejauh ini, forum air terbesar ke-10 di dunia telah menghasilkan kesepakatan yang mencakup pengumuman menteri, 113 proyek senilai 9,4 miliar dolar AS dan berbagai rencana terkait penyediaan air di dunia.

Namun Indonesia sendiri masih mengalami permasalahan terkait air, salah satunya adalah kekeringan musiman yang membuat sebagian masyarakat di beberapa daerah sulit mengakses air bersih. Lalu langkah nyata apa yang harus diambil pemerintah?

Menurut Endra S Atmawidjaja, Indonesia perlu membangun lebih banyak bendungan untuk mengatasi tiga masalah utama air, yaitu air terlalu banyak, terlalu sedikit, dan air kotor. Hal ini sangat berarti di musim hujan, banyak di musim panas, dan kotor sepanjang tahun.

“Jadi pertanyaannya di sini adalah bagaimana memastikan tidak ada banjir di musim hujan dan tidak ada kekeringan di musim panas.” Jadi kita memerlukan waduk ini untuk ketahanan air guna mengendalikan banjir dan menyediakan air baku di musim panas. “ucap Endra.

Jadi, kata Endra, bendungan itu sangat penting. Sejauh ini Indonesia sudah banyak membangun bendungan yaitu 61 bendungan dan totalnya ada 300 bendungan. Selain itu, lanjut Endra, Kementerian PUPR juga sudah memulai pembangunan pada periode berikutnya. 

“Tapi itu belum cukup, di Indonesia kita punya 300 bendungan dibandingkan China yang punya 98.000 bendungan. “Jadi kita harus membangun lebih banyak karena apa yang kita miliki saat ini tidak cukup,” ujarnya. 

Read More : Menteri Pendidikan Jadikan Kesejahteraan Guru Prioritas Utama

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan segudang capaian yang dicapai World Water Forum (WWF) pada tahun 2024. Pengumuman tersebut tidak hanya disampaikan di tingkat menteri, namun juga merupakan keberhasilan diplomasi Indonesia di bidang perairan internasional. Namun, ada juga daftar 113 proyek senilai 9,4 miliar dolar yang menjadi tulang punggung berbagai negara. 

Hal itu disampaikan Basuki Hadimuljono dalam jumpa pers di media center WWF, BNDCC 2, Nusa Dua, Bali, Selasa (21/5/2019) tiga, dan layanan pengolahan air rumah tangga untuk 300.000 rumah tangga.” (2024).

Basuki mengatakan berbagai proyek tersebut akan sangat bermanfaat tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi masyarakat di seluruh dunia. Selain itu, Indonesia yang ke-10 kalinya menjadi tuan rumah WWF, juga untuk pertama kalinya menyelenggarakan konferensi besar dalam rangkaian konferensi besar air internasional. 

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *