Tanggamus, Beritasatu.com – Pasca bencana banjir dan longsor sepekan lalu, warga di kawasan Ulu Belu, Tanggamus, Lampung mengalami krisis air.

Read More : Melihat Persiapan Jelang Debat Kedua Pilgub Jakarta

Warga menghadapi krisis air karena tanah longsor telah mengubur mata air pegunungan setempat. Saat ini kebutuhan air warga bergantung pada bantuan pemerintah yang disalurkan melalui pemadam kebakaran (damkar).

Banjir dan longsor tidak hanya menyebabkan empat orang meninggal dunia di Kecamatan Ulu Beli, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Sabtu (25/5/2024) lalu, namun longsor juga menyebabkan terputusnya akses jalan.

Akses jalan penghubung desa dan kelurahan di Kabupaten Tanggamus terputus selama seminggu akibat tertimbun material longsor.

Kendaraan roda empat kini sudah bisa mengakses jalan kembali, TNI, Polri dan petugas dinas terkait sedang membersihkan material longsor dengan kendaraan berat.

Selain itu, pasca longsor warga mengalami krisis air, karena mata air di kawasan pegunungan rusak karena tertutup material longsor.

Sebelum terjadinya longsor, warga mengandalkan air pipa dari mata air di atas pegunungan ke pemukiman warga.

Salah satu desa di kawasan Ulu Belu yang mengalami krisis air adalah Desa Aeir Abang. Saat ini warga harus bergantung pada bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus (Pemkab) dan Pemadam Kebakaran Pertamina setempat untuk kebutuhan airnya.

Pantauan Beritasatu.com, Kamis (30/5/2024), puluhan warga antusias antri untuk menerima pasokan air dari mobil pemadam kebakaran.

Read More : Raih Hati Masyarakat Jawa Timur, Khofifah Beri Pelayanan Kesehatan Gratis

Mistianto (47), warga Desa Aeir Abang mengatakan, bencana tersebut mengakibatkan krisis air minum di sekitar 10 desa sejak pekan lalu.

โ€œKrisis air ini disebabkan rusaknya mata air akibat longsor,โ€ jelas Mistianto.

Mistianto mengatakan, ribuan warga di kawasan Ulu Belu mengalami krisis air akibat bencana tanah longsor tersebut. Selain itu, kesulitan pasokan air yang dialami warga saat ini terbantu dengan penyediaan air bersih setelah mendapat bantuan.

โ€œSaat ini kami sudah menerima bantuan air bersih, kedepannya kami berharap dapat terus menerima bantuan tersebut,โ€ kata Mistianto.

Saat ini, warga Desa Aeir Abang, Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus yang terdampak longsor masih berada di posko pengungsian Puskesmas setempat.

Warga diimbau berhati-hati dan berhati-hati, khususnya para petani kopi, untuk tidak bersentuhan dengan kawasan berbatu karena kondisi tanah yang tidak stabil dan risiko longsor lebih lanjut jika terjadi hujan lebat.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *