Jakarta, Beritasatu.com – Peristiwa itu terjadi di SDN10 Jantung Durian, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pasalnya, Aldelia Rahman, seorang siswi, terkena minyak di badannya saat bermain di sekolah. Keluarga korban angkat bicara soal kejadian tragis tersebut.

Read More : Cinefuture 2024 FPSD UPI Bandung Jadi Ajang Relevansi Dunia Sinema Gambar Bergerak

Menurut Madonna, kerabat korban, kejadian naas itu terjadi pada 28 Februari 2024. Saat itu, Aldelia sedang berolahraga, dan kemudian pelatih mengajarinya untuk berpartisipasi di dalam kelas.

“Setelah membakar sampah, mereka dititipkan pada seorang guru sekolah, Riffel, teman sekelasnya, mengambil sebotol minyak dari teman sekelasnya yang lain dan memberinya obat yang dia taburkan ke tubuh Aldelia, lalu Aldelia yang kedinginan ada di dalam api. ,” kata kakak sepupu korban, Madonna, dilansir YouTube BTV, Jumat (24/5/2024).

Akibat kebakaran tersebut, kata Madonna, Aldelia berusaha menyelamatkan diri sebelum pingsan di depan kelas.

“Dia (Aldelia) menyelamatkan diri dengan mencoba masuk ke kamar mandi dan terkunci, lalu dia lari ke depan kelas dan semua orang berteriak. Akhirnya Aldelia bilang dia berguling untuk memadamkan api. Pelatih datang dan berkata, ‘Saya melepas pakaian saya dan membantu memadamkan api. Aldelia kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Akibat luka bakar yang parah, Madonna mengatakan Aldelia dilarikan ke RS M Jamil Padang. Aldelia dirawat di rumah sakit selama 35 hari. 

Setelah itu, korban diperbolehkan pulang karena tidak dalam kondisi lain. Hanya korban yang terbakar.

Read More : Polisi Bongkar Pungli Bermodus Jalan Rusak di Lampung

“Tiga hari setelah pulang dari rumah sakit, dia makan dengan baik. Pada hari keempat, dia tidak nafsu makan, sehingga kami membawanya ke rumah sakit untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kemudian dia pingsan lagi dan dirawat selama 10 hari, dan setelah sembuh, dia dipulangkan lagi, dirawat lagi, lalu dipulangkan sebelum meninggal, tambahnya.

Menurutnya, pihak keluarga melaporkan teman Adelia yang menyuntik Adelia dengan Pertalite, dan pihak sekolah juga melaporkan keluarga tersebut karena memilih mengabaikan polisi.

“Pihak keluarga sudah lapor ke Polsek Padang Pariaman,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *