JAKARTA, Beritasatu.com – Kongres Buruh Nasional (Rakernas) V PDIP merekomendasikan pemerintah segera menurunkan biaya kuliah (UKT) yang terlalu mahal di beberapa perguruan tinggi negeri atau PTN. PDIP mendesak pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, segera meninjau kembali Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 2024 tentang Standar Seragam Biaya Pendidikan Tinggi yang dinilai menjadi penyebab kenaikan UKT. Biaya.
Read More : 40 Menteri dan Eks Presiden Pemateri Retret Kepala Daerah di Magelang
Hal itu diungkapkan Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat membacakan rekomendasi eksternal Rakernas V PDIP di Stadion Internasional Beach City, Ankol, Jakarta, Minggu (26/5/2024).
Pak Puan mengatakan, rekomendasi tersebut muncul setelah mencermati peningkatan UKT di beberapa perguruan tinggi belakangan ini.
Mencermati keresahan yang terjadi di berbagai kampus akibat kenaikan tajam Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Biaya Pengembangan Instansi (IPI), Munas Buruh V PDIP telah menyerahkan Fraksi DPR PDIP. biaya yang lebih tinggi dengan merevisi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengangkat isu Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mengalami peningkatan signifikan pada jumlah cabang Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Menurut Megawati, biaya pendidikan harus terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Saat ini saya hanya melihat koran dan bingung tentang pendidikan (UKT). Mengapa? Apakah ada rekening untuk anak-anak yang tidak punya apa-apa, apakah pemerintah kota harus membayar? Mengapa tidak. Karena anak-anak miskin kita tidak ada yang bisa menggantikan kita, maka akan ada regenerasi,” kata Megawati saat memberikan pidato pada Konferensi Perburuhan Nasional ke-5 di Beach City International Stadium Ankol, Jakarta Utara (5/2024).
Oleh karena itu, Megawati mengajak seluruh kader untuk bergerak dan memperjuangkan kepentingan dan kedaulatan bangsa Indonesia, termasuk pendidikan.
“Tidak terbakar. Kalau dibilang begitu, sepertinya hanya ibu saja yang mengatakan tidak ada gerakan dalam jiwa kita, bahwa itu memang anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahwa kita sudah menjadi manusia. Warga suatu negara “Negeri jajahan sudah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat,” kata Megawati.
“Kenapa saya selalu marah-marah kepada PDI Perjuangan sebagai partai pionir? Karena saya berharap pada masa Indonesia Raya ada yang diserahkan kepada kita oleh para pendiri negara kita juga. Partai Perlawanan Demokrasi Indonesia tetap ada. Ya. Untuk abadi seperti NKRI yang kita cintai,” imbuhnya.
Read More : Banding Lawan Gazalba Saleh Dikabulkan, KPK Apresiasi Pengadilan Tinggi DKI
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim sebelumnya mengatakan pihaknya akan mencabut UKT yang mengalami kenaikan tidak wajar di beberapa perguruan tinggi negeri atau PTN. Menurut Nadiem, kenaikan UKT harus wajar dengan mempertimbangkan tingkat ekonomi masing-masing mahasiswa.
Hal itu disampaikan Nadiem dalam rapat kerja dengan Panitia X DPR di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senyan, Jakarta, Selasa (21/5/2024).
Nadiem mengaku banyak mendengar keluhan mahasiswa terhadap maraknya UKT di beberapa PTN. Kemendikbud mengatakan Nasdem sedang mengkaji dan mengevaluasi kebijakan promosi UKT di masing-masing kampus.
“Jadi kenaikan-kenaikan yang tidak masuk akal itu akan kita pastikan kita atasi, kita evaluasi, kita evaluasi,” kata Nadiem.
Karena itu, Nadiem meminta seluruh perguruan tinggi punya alasan untuk meningkatkan UKT mahasiswanya. Selain itu, kata dia, ada beberapa afiliasi PTN yang menaikkan UKT-nya secara tidak wajar.
“Saya ingin bertanya kepada rektor universitas dan semua kajian, kalaupun ada kenaikan pasti ada alasannya, harus tepat dan tidak terburu-buru, tidak melompat terlalu jauh,” tutupnya.