Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan penerapan sistem pembayaran contactless atau multi-lane free (MLFF) tidak akan berdampak pada peningkatan jumlah masyarakat yang membayar.
Read More : Sebagian Besar Saham Asia Menguat setelah Wall Street Catat Rekor Tertinggi
Basuki mengatakan Badan Usaha Jalan Jol (BUJT) tidak akan mengusung penerapan MLFF. Dengan kata lain, hal ini tidak akan mempengaruhi pertumbuhan penduduk.
“Jadi kalau ada MLFF atau SLFF (salah satu cara berjalan gratis), tidak ada beban bagi BUJT. Tidak ada beban bagi pekerja. Sistemnya berubah dari uang menjadi tekanan, sekarang di SLFF. Jadi begitu ada hubungannya dengan itu.
Selain itu, RUU MLFF sudah memiliki besaran tersendiri, baik lunak maupun perubahan inflasi. Jadi tidak ada kaitannya, tidak ada kaitannya dengan masalah tarif ini, kata Basuki.
Pemerintah akan segera menerapkan MLFF. Demikian keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Mei 2024.
Undang-undang tersebut mencakup penerapan sistem pembayaran nontunai atau MLFF. Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau untuk mendaftarkan kendaraannya langsung melalui aplikasi.
Read More : BI Proyeksi Pembiayaan Korporasi Maret Naik Ditopang Perdagangan dan Konstruksi
Dalam Pasal 67 ayat (2) PP tersebut, layanan MLFF disebut sebagai teknologi nonstop, tanpa kontak finansial dan termasuk dalam sistem pemungutan pembayaran elektronik yang dibuat oleh Menteri PUPR.
Pasal 105 PP tersebut berbunyi, “Pegawai wajib mendaftarkan kendaraan bermotornya melalui permohonan teknis nonkeuangan yang disetujui Menteri,” kata Minggu (26/5/2024).