Mataram, Beritasatu.com – Lombok Womanpreneur Club (LWC) kembali menyelenggarakan Womenpreneur Day pada 25-26 Mei 2024 di Atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM). Acara yang berlangsung selama dua hari ini fokus pada kewirausahaan dan pemberdayaan perempuan wirausaha dalam mencapai transaksi. 11 miliar hingga Rp.

Read More : IHSG Langsung Menguat Tembus Level 7.500 pada Awal Perdagangan Jumat 11 Oktober 2024

“Dengan adanya Hari Perempuan Pengusaha ini, kami ingin mendorong UMKM tidak hanya memproduksi barang jadi, tapi juga bahan baku pangan olahan,” kata Dekranasda NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi kepada Beritasatu.com, Minggu (26/5/2024).

Dekranasda NTB terus berkolaborasi agar UMKM seperti kerajinan kulit di Tangolingan Solo, Jawa Tengah, bisa diadopsi di NTB.

Bunda Lily juga mengapresiasi produk-produk NTB yang laris di luar daerah, seperti terasi dan gula merah yang populer di Galeri NTB Mall Surabaya. Ia mendorong LWC untuk berinovasi dan memberdayakan pengusaha perempuan di NTB.

Dalam acara Women Entrepreneur Day ini, Qaris dan CBP Rupiah mengadakan kegiatan edukasi perbankan sentral, diskusi bisnis dengan Oya Meranti, Wah Rong dalam mengungkapkan rasa percaya diri, inisiatif edukasi Qaris Enfaq untuk provinsi NTB, penandatanganan nota kesepahaman antara Jago Ag Lombok Utara. Cluster dan PT Matahari Putra Prima (Hypermart), Cluster Jago Ag dari Bank Mandiri, merupakan bentuk simbolis dukungan finansial terhadap Pendidikan Ekonomi Syariah dan Kajian Umipic.

Sementara itu, acara LWC yang kelima juga akan merayakan pemberdayaan perempuan dalam berbagai peran, khususnya di bidang bisnis, ungkap pendiri LWC, Inda Purvanti. LWC mempunyai program harian (penjualan), bulanan (pembicaraan dan studi perempuan) dan program tahunan (hari perempuan dan konferensi).

Tahun ini, Women Entrepreneur Day bertepatan dengan Festival Syariah Indonesia Timur, sebuah kompetisi di bidang inovasi keuangan syariah.

“Seluruh anggota LWC terus memperluas ilmunya, memperluas jaringannya dan menjadi pengusaha sukses,” kata Inda.

Selama dua tahun terakhir, Women Entrepreneurs Expo menggunakan transaksi non-tunai (quarries) dan mencatatkan hasil yang baik. Sebelum event tahun ini sebelumnya, tercatat volume transaksi sebanyak 58.000 dari 70 booth yang ada.

Selain itu, acara tersebut menarik 13.000 pengunjung pasar UMKM dengan omzet mencapai Rp698 juta dari 56 UMKM peserta. Volume transaksi pembiayaan BSI mencapai Rp 10,4 miliar.

Read More : IHSG Awal Pekan Ditutup Anjlok 2,2 Persen

“Ini jumlah transaksi yang terdaftar di hari pertama, yang masih diproses di hari kedua,” pungkas Inda.

Wakil Kepala Bank Indonesia NTB Vinda Putri Listya menjelaskan kecepatan ekonomi keuangan syariah Indonesia menempati urutan kedua di dunia. Pertumbuhan pembiayaan syariah mencapai 15,8% dan pembiayaan sosial syariah terus tumbuh.

Salah satu inisiatif inovatif pemerintah daerah NTB adalah Mawar Emas yang memberikan pinjaman syariah melalui operator masjid dengan tingkat gagal bayar 0%.

Program BI masih menghadapi banyak tantangan terkait bahan baku halal, proses produksi dan literasi keuangan syariah berupa ekosistem halal, sertifikasi halal dan gaya hidup halal. NTB memiliki potensi wisata ramah muslim yang besar, 5.663 masjid dan jamaah, serta jumlah penduduk mayoritas, sehingga peluang pengembangan ekonomi syariah sangat besar.

“Saya berharap anggota LWC dapat meneladani Siti Khadija dalam kiprahnya sebagai perempuan wirausaha dengan sistem dan manajemen yang mendominasi Jazirah Arab pada masanya,” pungkas Wanda.

LWC Womenpreneur Day menjadi bukti nyata bahwa perempuan Indonesia mampu sukses di berbagai bidang. Acara ini diharapkan dapat memotivasi dan mendorong perempuan NTB untuk berkarya dan memajukan perekonomian daerah.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *