Jakarta, Beritasatu.com – Sakit tenggorokan atau faringitis adalah peradangan pada selaput lendir di bagian belakang tenggorokan.

Read More : Kubu Nikita Mirzani Nilai Vadel Badjideh Sepelekan Panggilan Polisi

Gejala sakit tenggorokan bermacam-macam, antara lain rasa tidak nyaman di tenggorokan, suara serak, dan kesulitan menelan. Pengobatan tergantung pada penyebabnya.

Faringitis adalah istilah medis untuk sakit tenggorokan. Penyebab sakit tenggorokan antara lain infeksi virus, seperti flu biasa, dan infeksi bakteri, seperti streptokokus grup A.

Selain gejala utama faringitis seperti sakit tenggorokan, kering atau gatal. Gejala lain mungkin muncul, tergantung jenis infeksinya, seperti gejala pilek atau flu. Berikut 8 gejala sakit tenggorokan yang patut diwaspadai, dikutip dari Medical News Today, Jumat (26 April 2024).

– Batuk. – Sakit kepala. – Hidung meler – Kesulitan menelan. – Pembengkakan kelenjar getah bening.

Kondisi umum sakit tenggorokan jarang menimbulkan kekhawatiran. Sakit tenggorokan karena virus biasanya hilang dengan sendirinya setelah seminggu. Namun, mengetahui penyebab sakit tenggorokan dapat membantu orang menentukan metode pengobatan yang akan digunakan.

Infeksi virus adalah penyebab paling umum dari sakit tenggorokan. Berikut beberapa virus umum yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan:

1. Virus penyebab pilek, terutama rhinovirus, virus corona, atau virus parainfluenza.

2. Adenovirus dapat menyebabkan konjungtivitis, juga dikenal sebagai mata merah, serta flu biasa.

Read More : Lirik Lagu Rocketeer dari Far East Movement dan Terjemahannya

3. Influenza atau virus influenza.

4. Virus Epstein-Barr menyebabkan mononukleosis. Mononukleosis adalah infeksi virus menular yang menyebabkan banyak gejala mirip flu. Virus ini dapat menular melalui air liur, sehingga seseorang dapat tertular melalui penggunaan alat makan yang sama, melalui batuk dan bersin, atau melalui ciuman.

Meski infeksi bakteri jarang terjadi pada faringitis, ada beberapa jenis bakteri yang bisa menyebabkan faringitis. Salah satunya adalah bakteri streptokokus grup A yang menyebabkan sakit tenggorokan pada 20-40% anak.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena radang tenggorokan antara lain riwayat alergi, riwayat sering mengalami infeksi sinus, dan kebiasaan merokok atau paparan asap rokok.

Membersihkan dapat mencegah banyak sakit tenggorokan. Hindari berbagi makanan, minuman, dan peralatan makan dengan penderita flu. Selain itu, jauhi orang yang sedang sakit.

Pastikan untuk selalu mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah batuk atau bersin. Bila sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol untuk menghindari virus dan bakteri penyebab sakit tenggorokan, hindari rokok dan asap.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *