Jakarta, Beritasatu.com – Bpife Tail dan Bphas Miga) untuk kehati -hatian air bijaksana hingga 11,6 juta kilogram (KL). Angka ini setara dengan 37,1,4% dari kuota masing -masing pada tahun 2025, yang ditetapkan dalam 31,23 juta Cl.
Read More : IHSG Sesi Satu Jumat 17 Mei 2024 Dibuka Menguat 20 Poin
Sementara itu, distribusi bahan bakar diesel yang halus adalah 7,2 juta CL atau 38,13% dari 18,8 juta. Untuk Keosen, dibagi menjadi sekitar 210.000 kL, atau 39,7 persen dari semua kuota 530.000 kg.
Badan BPHSion utama, yang bekerja dalam pekerjaan parlemen, 1525,44%.
Erika, bahan bakar bersubsidi tiga jenis, mengatakan kuota ditetapkan pada tahun 2025. Berdasarkan perhitungan BPP, pasokan bahan bakar diesel sekitar 94,3% dari kuota. Diperkirakan bahwa minyak dikirim ke 96,25% dari kuota dan kulit kayu hanya 93,32%.
Erika menambahkan bahwa ada beberapa langkah untuk mengendalikan distribusi bahan bakar dalam hukum dan teknologi.
Sejauh menyangkut aturan, presiden presiden adalah transaksi.
Selain itu, distribusi JBT juga diselenggarakan untuk transportasi darat melalui keputusan Kepala Kepala Distribusi Midsum.
Read More : Pengamat Ekonomi Sebut Harga BBM Nonsubsidi Harus Naik
Sementara BPH Technology memperkenalkan program manfaat yang tepat dengan sistem kode QR dan pembelian BBM BBM BBM.
Untuk informasi, BPH Migas secara sistematis mengembangkan program XSTAR untuk memfasilitasi masalah konsumen dan pengguna kompensasi.
“Menurut tugas dan fungsi BPH MIG, kami terus mencoba mengenali distribusi minyak yang tidak produktif.”