JAKARTA, BERITASATU.COM – Presiden Prabovo Subianto dipanggil untuk mengatakan bahwa menteri tidak akan bekerja keras dan menyebabkan kontroversi ketika mereka mengatakan bahwa penggantian atau kabinet tidak akan dipulihkan dalam beberapa hari mendatang.
Read More : HUT ke-79 RI di IKN, Keakraban Jokowi dan Prabowo Bakal Wujudkan Indonesia Maju
Ini ditolak oleh anggota Komite DPR Mohammed Toha, yang menolak pernyataan Prabovo, di mana kabinet itu direstrukturisasi.
Toha menyatakan sikapnya untuk secara obyektif mengevaluasi kinerja para menteri. Namun, ia ingat bahwa kepercayaan harus merespons dengan peningkatan yang lebih jelas dan lebih konsisten di semua kementerian.
“Presiden tentu saja memiliki pemikirannya sendiri, tetapi dengan tidak adanya restrukturisasi dalam beberapa hari mendatang, para menteri harus menafsirkannya sebagai bentuk dan kesempatan untuk bekerja lebih keras,” kata Taha kepada Jakarta pada hari Jumat (6/13/2025).
Legislator yang bertanggung jawab atas urusan pemerintah dan reformasi birokrasi menekankan pentingnya menjaga komunikasi publik yang sehat dan tidak mengarah pada kebisingan.
Dia meminta para menteri untuk fokus pada pekerjaan dan menghindari berbagai pernyataan yang mengarah pada perang atau banyak interpretasi di masyarakat.
“Jangan sibuk menanggapi cuaca yang kontroversial atau buruk. Orang -orang membutuhkan pekerjaan nyata, tetapi bukan alasan yang menarik perhatian atau menyebabkan ketidakpastian,” katanya.
Toha menekankan pentingnya dukungan internal untuk kabinet, bersama dengan berbagai tantangan nasional sebelum masa depan pemerintah masa depan.
Read More : Tunda Pengesahan Revisi UU Pilkada, Pimpinan DPR Akan Cermati Aspirasi Rakyat
Karena semua pihak ingin melihat pemerintah, periode telah menyelesaikan tugasnya sampai kantor berakhir, menghasilkan pekerjaan yang dapat diukur, komunikasi yang efektif dan contoh oleh otoritas negara.
Sebelumnya, Presiden Prabovo menekankan bahwa dia tidak berencana untuk merestrukturisasi kabinet. Mereka menganggap menteri mereka bekerja dengan baik.
Namun, Prabovo mengakui kurangnya kinerja menteri, salah satunya terkait dengan komunikasi publik oleh menteri ke kabinet merah dan putih.
Prabovo mengklaim bahwa para menteri masih berjuang untuk kepentingan rakyat. Presiden mengkonfirmasi bahwa kabinet merah dan putih akan dilakukan dengan baik dan selalu mempertahankan kohesi dan martabat.