Magelang, Beritasatu.com – Jelang perayaan Waisak, Majelis Nyingma Umah Indonesia (MUNI) menggelar ritual Sidi pada Selasa (22/5/2024) malam di Larung Pelita Purna, di tepian Sungai Progo. .

Read More : Mahasiswa PKL di Kantor Bawaslu Lampung Ditembak Orang Tidak Dikenal

Selain rangkaian perayaan Trisuchi Baisakh Divas, kegiatan ini bertujuan untuk penyucian guna mencapai ilmu batin dan kesejahteraan serta perdamaian dunia.

Tiga bukit besar terbuat dari daun kelapa yang dipenuhi lilin, umat Buddha dari berbagai negara memindahkan karnaval dari Candi Pawan ke Sungai Progo.

Selain mengelilingi ketiga bukit tersebut, umat Buddha juga membawa batok kelapa beserta lilin dan tulisan harapan.

Lamaram Santoso, Presiden Munika, mengatakan lampu merupakan simbol cahaya dalam ajaran agama Buddha. Deep Deep ini dipersembahkan dan dipersembahkan untuk kebahagiaan seluruh makhluk di dunia. Dalam nyala lampu ini, seribu lampu melayang di perairan sungai Progo.

“Seperti tradisi kita di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia, pada setiap pasang lampu kita menuliskannya dan menempelkannya pada lampu tersebut serta memohon harapan. Tujuannya untuk doa dan harapan agar terus seperti ini. Sungainya,” kata sang lama ketika kami bertemu kemudian.

Sebelum berangkat atau berenang, umat Buddha melafalkan Patita suci di tepi sungai. Mereka berdoa agar semua harapan dan keinginan mereka menjadi kenyataan.

Read More : Kantor KPU Papua Pegunungan Dibakar, 81 Orang Ditangkap

Satu demi satu umat Buddha menyalakan pelita nafsu dan harapan yang melekat pada diri mereka di aliran sungai Progo.

Sementara itu, Sidi Ravindra salah satu peserta Larung Pelita Poorna mengaku sangat senang. Dia berpartisipasi dalam pekerjaan ini untuk pertama kalinya. Dalam kesempatan tersebut, ia menuliskan harapan pribadi dan nasional terhadap Indonesia.

“Tadi saya sudah menulis tentang harapan dan harapan saya untuk bangsa kita ke depan. Saya berharap kita terus damai, melanjutkan rekonsiliasi dan juga melanjutkan Panchashila,” ujarnya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *