Mataram, Beritasatu.com-Keluarga menuntut keadilan atas kematian brigadir yang rusak. Hambali, almarhum almarhum saudara laki -laki Nurhadadi, dibunuh dengan curiga dan terbunuh bahwa kasus adik laki -lakinya.
Read More : Momen Pengajian dan Siraman Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, Ada Wajah Mendiang Adjie Massaid
“Kami berharap penjahat akan dihukum dengan kuat jika memungkinkan. Ini adalah harapan keluarga,” kata Hambali Senin (7/7/2025).
Jenderal Jenderal Nurhadi
Biro Penyelidikan Polisi NTB (Dittreskrimum) Tiga tersangka saya pernah ke Jambi dan seorang wanita dari Jambi dan seorang wanita yang ada di situs web setelah kematian Nurhadi. Yogi dan Harris tidak diterima dan tidak menghormati (PTDH).
Hambali dikutuk untuk proses manajemen kematian Nurhadi, yang dianggap komprehensif.
Himbarbar berkata, “Kami telah meninggal karena berita bahwa orang mati mati sampai lidahnya gagal.
Polisi Lapangan NTB sudah dicurigai. Pada akhirnya, orang -orang sibuk bertanya mengapa dua polisi, ditahan sebagai mencurigakan. Setelah dikritik, para penyelidik akhirnya menangkap Yogi Kompol dan IPDA Haris.
Dia menambahkan: “Saya bingung, mengapa hanya satu yang ditahan? Kecuali dua jelas jelas bersalah.
Read More : Berkantor di IKN, Presiden Jokowi 5 Kali Ground Breaking Proyek Infrastruktur
Hambarpisies juga berharap untuk melewati kematian kematian Nurhadi tanpa gangguan.
Dia mengklaim adik laki -lakinya tidak pernah memiliki masalah dengan bosnya dan memanggil orang yang pendiam dan pasti.
Keluarga sebelum dia meninggal. Secara umum, biasanya pulang dan hubungi keluarga Anda. Namun, dalam beberapa hari terakhir sebelum kematiannya, ia jarang di rumah dan sering di luar.
“Biasanya sering datang ke sini, tetapi dia jarang pulang. Dia hanya punya waktu, pakaiannya, tetapi pakaiannya tidak memberitahuku lagi.”
Selama istri korban menerima suaminya, keluarga masih berharap bahwa proses hukum akan adil dan jelas.