Jakarta, Beritasatu.com – Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Nurmala melukis Sjahrir menekankan pentingnya memaksimalkan kemungkinan kerja sama dengan Jepang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia (SDM), terutama melalui sektor transfer dan transfer dan teknologi.
Read More : PM Palestina Ungkap Standar Ganda Dewan Keamanan PBB terhadap Israel Sangat Tidak Manusiawi
Pernyataan itu dilakukan setelah tes yang sesuai dan tepat atau tes yang sesuai yang diadakan oleh Komisi Rumah Perwakilan dan, pada hari Sabtu (8.3.2025).
Nurmala mengatakan Jepang lebih terbuka sekarang, dan itu menjadi momen ketika Indonesia harus secara strategis secara strategis.
“Lebih fleksibel untuk memudahkan kita untuk mentransfer kemampuan untuk meningkatkan keterampilan kita,” katanya.
Nurmala menjelaskan, salah satu masalah utama yang ditransfer ke forum pengujian kelayakan adalah bahwa diplomasi Indonesia di Jepang dapat memberikan manfaat konkret kepada warga negara Indonesia (BN), terutama pekerja migran.
“Sejauh menyangkut pekerjaan, memang benar bahwa kita harus menggunakan kesempatan ini. Jepang sekarang sangat terbuka,” katanya.
Menurutnya, Jepang tidak hanya membutuhkan pekerja yang memenuhi syarat, tetapi juga membuka peluang besar untuk transfer teknologi yang sangat penting untuk pengembangan industri Indonesia.
Sejak dibangun pada tahun 1958. Tahun, hubungan bilateral Indonesia dan Jepang selama 67 tahun terakhir dan kelas tumbuh di berbagai daerah.
Nurmala memperkirakan bahwa kemitraan strategis ini harus terus diperkuat, terutama karena Jepang adalah negara maju yang lebih unggul dalam teknologi dan inovasi.
Read More : Kebakaran Pabrik di Bekasi yang Tewaskan 9 Karyawan, JPN Fokus Penanganan Korban
“Jepang adalah negara yang dikembangkan dalam teknologi dalam segala hal. Tapi ingat, Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan sumber daya manusia yang meningkatkan kualitasnya,” katanya.
Dia percaya bahwa kerja sama dengan Jepang dapat memperkuat jalan yang lebih rendah dari industri buruh, mendukung transisi energi, dan mendorong pengembangan sumber daya manusia di Gold Indonesia 2045.
Nurmala Paints menjadi salah satu dari 24 kandidat bagi para duta besar yang telah meremehkan tes kelayakan tertutup dalam pertemuan komisi DPR.
Proses ini adalah bagian dari sejumlah pilihan untuk menyaring perwakilan terbaik yang dapat membuat visi diplomasi dan presiden presiden ERA Providence, Prabowo Subantico.
Paparan Visi dan Program Ketenagakerjaan Duta Besar, termasuk Nurmal, akan dapat menekankan arah diplomasi asing Indonesia yang bebas untuk aktif, tetapi mendukung kepentingan nasional, terutama orang di luar negeri.