Jakarta, Beritasatu.com Jaksa Penuntut Umum (sebelumnya) menanggapi terdakwa Jenderal Kejahatan Khusus Peri Adriana (Japidus), Basuki Tahja Pornama (AHOK), dalam kasus produk para para para Para Para Para Para Para Para Para ParA.
Read More : 82 Juta Anak Akan Menerima Makan Bergizi Gratis, Gerindra: Ikhtiar Pak Prabowo
Ferry mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan kantor pengadu (sebelumnya) akan memanggil orang yang diyakini mendukung bukti kasus tersebut.
“Kemudian, negara -negara yang kita butuhkan untuk bukti pasti akan dipertimbangkan,” kata Ferry di kompleks kompleks, Sena, Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Manajemen pengembalian murni
Ferry menegaskan bahwa tujuan utama penyelidikan adalah untuk menghapus operasi Partamina untuk menjadi lebih baik di masa depan. Dia berkata, “Kami berharap bahwa Partamina akan lebih kuat di masa depan dan akan ada manajemen bisnis yang lebih baik. Jangan kalah dari negara -negara tetangga.”
Namun, feri gagal untuk menentukan apakah manajemen minyak mentah akan dipanggil untuk 2018-2023 dalam kasus korupsi korupsi dan produk kilang PT Pertamina (PERSO).
Achock siap diselidiki oleh Kantor Pengacara
Read More : AKBP Bintoro dan 3 Polisi Lain Dipatsus atas Dugaan Peras Bos Prodia Rp 20 Miliar
Sementara itu, Ahawk, yang merupakan presiden PT Partamina untuk periode 2019-2023, mengatakan bahwa dia siap jika dia menelepon terlebih dahulu. “Saya sangat senang jika saya dapat membantu penyelidikan,” kata Ahawk.
Korupsi pre -prevalen pusat di bawah operasi produk kilang minyak mentah dan Pt PT, yang diyakini telah rusak oleh 193,7 triliun rp.
. Lampirkan ke Rumble (GRJ).
AGS masih menyelidiki dugaan korupsi manajemen minyak mentah Pritamin dengan kerugian besar di negara bagian. Sejauh ini, tidak ada kepastian apakah Achock akan dipanggil dalam kasus ini, tetapi dia mengatakan dia siap membantu penyelidikan.