JAKARTA, BERITASATU.COM – Pemerintah terus menegosiasikan tarif timbal balik dengan Presiden AS (AS) Donald Trump, sehingga produk Indonesia lebih mudah.

Read More : BRI Rilis Kebijakan Baru Terkait Perubahan Ketentuan Produk Tabungan

Menteri Koordinasi Masalah Keuangan Airlangga Hartarto mengatakan bahwa tuntutan yang disajikan oleh pemerintah AS dalam bentuk hambatan bea cukai dan perdagangan sebelum batas waktu negosiasi pada 8 Juli diterima oleh pemerintah Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga mengajukan penawaran terbaik kedua atau “penawaran terbaik kedua” dalam upaya negosiasi untuk perangkat bea cukai.

Antara, 28/28/2025 Airlangga dilaporkan oleh Antara, “Kedua bea cukai, hambatan non -tull dan iklan dalam hal beberapa investigasi AS diberikan.” Katanya.

Airlangga mengumumkan bahwa pemerintah telah secara langsung berkomunikasi dengan Menteri Keuangan AS Scott Seeen untuk menawarkan serangkaian penawaran dari Indonesia. Namun, tentu saja, keputusan akhir tentang negosiasi bea cukai antara Indonesia dan Amerika Serikat tidak berasal dari suatu partai.

Proposal kemudian akan dimasukkan dalam Perwakilan Perdagangan AS (USTR), Kementerian Perdagangan dan Departemen Keuangan AS. Ingatlah bahwa tidak hanya Indonesia, tetapi juga negara -negara lain yang menegosiasikan kebiasaan.

Read More : Uji Coba Makan Bergizi Gratis Sasar 68.000 Siswa di Kota Cirebon

“Ini adalah perubahan setiap hari karena apa yang disarankan negara -negara lain.” Atau apa yang disarankan Indonesia, saran negara lain, “kata Airlangga.

Untuk informasi Anda, tenggat waktu negosiasi turun 90 hari setelah pengumuman bahwa harga timbal balik dibawa ke negara -negara mitra dagang utama pada 8 Juli 2025 atau Presiden AS Donald Trump pada awal April 2025.

Permintaan utama pemerintah AS untuk pengenalan suku bunga timbal balik 32% ke Indonesia dianggap terbatas pada saldo perdagangan yang seimbang di kedua negara.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *